Arena tinju profesional Big Fight One Mbay Nagekeo

Tiga Petinju Asal Bajawa Tampil Memukau di Arena Big Fight One

Flores Olahraga

MBAY, SorotNTT.com – Ribuan penonton memadati lapangan Berdikari Mbay, Kabupaten Nagekeo, Minggu (05/05/2019) malam menyaksikan perhelatan tinju profesional dalam perebutan Sabuk Emas Bupati Nagekeo.

Perhelatan besar ini difasilitasi penuh oleh Pemuda Laskar Berdikari Kabupate Nagekeo yang diketuai oleh Fery Meze.

Proses penyelenggaraan event besar ini sempat tertatih-tatih pasalnya beberapa hari lalu arena tinju sempat dipagari oleh Suku Dhawe (pemangku ulayat di wilayah tersebut). Namun persoalan ini diselesaikan secara adat yang dimediasi oleh Kapolsek Aesesa dan membuahkan hasil yang positif sehingga pergelaran ini bisa berlangsung di Mbay, ibu kota Kabupaten Nagekeo.

Dalam perhelatan ini hadir juga legenda tinju Indonesia di era 80-an, Elias Pical. Tiga partai puncak/inti NTT Big Fight One antara Jack Dolu vs Charlos Obisuru, Jhon Ruba vs Pelipus Rangga, dan Alex Bajawa vs Satria Antasena.

Pada partai inti pertama, petinju Jack Dolu asal Bajawa berhasil membuat KO petinju asal Lembata pada ronde ke-3. Petinju asal Bajawa ini sangat tenang dan memiliki pukulan-pukulan maut sehingga petinju asal Lembata, Charlos Obisuru terjatuh dan nyaris keluar dari ring arena.

Partai seru juga disuguhkan oleh Jhon Ruba, petinju asal Bajawa, dengan penampilan kepala plontos, gerakan pukulan kerasnya membuat penonton tegang dan histeris karena berkali-kali pukulannya mengenai wajah Pelipus Rangga, petinju asal Nangapenda. Pertemuan kedua petinju kali ini adalah pertemuan ketiga, dan kembali dimenangkan oleh Jhon Fox Ruba di ronde ketiga dengan TKO dikarenakan tangan bagian kiri Pelipus terkilir.

“Saya mohon maaf kepada pendukung saya dari Bajawa dan Nagekeo. Saya sudah mengecewakan kalian semua karena pada pertandingan kali ini hanya sampai pada ronde. Seharusnya saya harus bermain sampai 6 ronde di hadapan pendukung saya dan bapak, mama yang juga ikut nonton.” Ucap Pelipus usai pertandingan.

Ucapan yang bernada sinis sontak diteriakkan oleh pendukungnya, baik dari Bajawa maupun Nagekeo.

Partai puncak berikutnya juga tidak kalah meriah. Aleks Bajawa vs Satria Antasena petinju asal Jawa Tengah yang memiliki tinggi badan 190 cm dan berat badan 150 kg. Alex Bajawa yang juga salah satu petinju berpengalaman (berkali-kali bertarung dengan beberapa petinju asal benua Eropa) tak risau dengan postur lonjong petinju Satria Antasena.

Pada ronde pertama Alex Bajawa mulai menunjukkan kelihaiannya dengan pukulan-pukulan cepat dan terus menyerang Satria. Di ronde kedua pukulan Aleks Bajawa mengenai rusuk Satria sehingga membuat petinju Satria terjatuh. Memasuki ronde ketiga, serangan Alex Bajawa semakin menggila. Alhasil pada ronde ketiga Satria Antasena menyerah karena berkali-kali pukulan maut Aleks Bajawa tak bisa dibendung dan dinyatakan menang TKO. (Yanto)