Tingkatkan Sektor Pariwisata Berbasis Agrowisata dan Community Base
dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat.

Featured

Kupang, SorotNTT.Com-Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat terus mendorong pengembangan sektor pariwisata berbasis agrowisata dan community base dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat. “Dalam mengelola tempat seperti ini tidak semata-mata hanya dengan pendekatan pertanian dan perkebunan saja tetapi juga nilai industri dan pariwisatanya juga harus dikembangkan, di sini harus dibuatkan restoran sehingga pengunjung bisa langsung minum jus semangka fresh dan jus tomat, ini tugas Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan, ini harus ada kolaborasi, nanti minta tempatnya, tempat di situ lahannya gratis. Bangun tempat untuk orang bisa minum dan melakukan hal-hal yang fresh, contohnya bisa langsung petik hasil buah semangka, tomat, dan bisa langsung dibuatkan atau membuat jus sendiri, untuk mendorong bagaimana sektor pariwisata yang berbasis agrowisata dan community base bisa ditingkatkan sehingga ke depannya masyarakat menjadi terlatih dan orang-orang di kampung ini melalui BUMDESnya bisa diberdayakan”, kata Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat memberikan sambutan Acara Panen Perdana Semangka Non Biji di Desa Bolok Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang , Selasa 13/10/2020.

“Kedatangan saya hari ini tidak hanya datang untuk panen semangka saja tetapi sekalian juga untuk melihat tempat ini agar dapat dikembangkan lebih baik lagi ke depannya”, harap VBL. Pada kesempatan tersebut Gubernur VBL juga menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat Desa Bolok yang terus berkarya. “Saya merasa senang melihat tempat ini walaupun dalam kesulitan pandemi Covid-19 yang terus menjadi tantangan, tetapi masyarakat Desa Bolok tidak menyerah dan terus berkarya, hal itu memberikan harapan buat kita semua bahwa semangat kerja di provinsi ini masih tetap ada, ini adalah pesan filosofis yang cukup kuat untuk dapat kita lanjutkan kepada saudara- saudara kita di manapun berada”, jelas VBL.

Gubernur VBL juga berjanji untuk memberikan 1 (satu) sumur bor kepada kelompok tani di Desa Bolok tersebut. “Nanti saya pribadi turun disini, saya bayar tambah 1 sumur bor selain sumur bor yang sudah ada, jadi dinas pertanian tidak usah urus lagi, itu menjadi bantuan langsung dari saya pribadi. tapi saya minta untuk restorannya harus dibuat bagus sehingga orang datang sini bukan untuk panen saja, tetapi kalau makan jagung manis suruh dia panen sendiri, bakar sendiri atau rebus sendiri juga boleh. Itu pengalaman-pengalam menarik sehingga tempat ini menjadi bukan hanya pertanian, tapi orang bisa berwisata di tempat ini, jadi itu tugas bapak Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan juga Ibu Kadis Tenaga Kerja untuk mendorong tenaga kerja kita, untuk membaca peluang yang ada”, tandas VBL.

“Bikin sedernana saja, tidak harus mewah, bisa dari alang-alang atau dari pohon lontar atapnya, pakai dinding yang bagus, kursi yang bagus, tempatnya yang nyaman dan yang terpenting listriknya ada, supaya industrinya bisa berjalan, Orang bisa cari tempat yang dingin untuk duduk di dalam sambil nikmati minuman jus yang enak. Tempat-tempat seperti ini memang kalau masyarakatnya sudah semangat pemerintah juga harus semangat, kalau masyarakat sudah mandiri sehingga menjadi kekuatan bagi kita”, kata VBL.

“Nanti taruh traktor 1 di sini sehingga pada musim hujan bisa langsung tanam. Karena itu saya minta masyarakat di tempat ini, Kepala Desa, Camat, Kapolsek, Danramil menjadi satu kesatuan bergerak sama-sama. Tanam juga bunga-bunga yang indah di sini nanti kita gerak sama-sama. Oleh karena itu, saya terus mendorong dan saya yakin di sini juga Kadis Tenaga Kerja bisa melatih dan mendidik. Buat program pengadaan mesin untuk industri seperti kopi, jus, itulah yang disebut dengan kerja kolaborasi, pertanian, pariwisata, industri dan tenaga kerja sehingga menjadi kesatuan yang akan mendapatkan hasil yang lebih besar. Pemerintah harus terus mendorong masyarakat yang sudah punya kemampuan seperti ini, harusnya pemerintah juga lebih berpartisipasi, berintervensi lebih giat lagi’, tegas Gubernur Viktor.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Kelompok tani Mandiri Maju Bersama Paul Laiskodat juga menyampaikan perasaannya serta informasi terkait lahan pertanian yang dikelola oleh kelompok tani tersebut. “Kami merasa bangga dengan Bapak Gubernur bersama rombongan yang hadir dan memenuhi undangan yang kami sampaikan. Kelompok tani kami beranggotakan 10 orang yang mengelola lahan seluas 8.950 m2 dari jumlah keseluruhan 20.500 m2. Jenis tanaman di antaranya semangka non biji dengan luas lahan 5.000 m2 dan jumlah benih semangka 5.000 pohon dan buah dihasilkan perpohon 1-2 buah dengan berat rata-rata 6-8 Kg. Tanaman tomat luas lahan 550 m2 dengan jumlah pohon 18.000 anakan. sayur brokoli 500 pohon dengan luas 600 m2, tanaman jagung manis 1.200 pohon luas lahan 800 m2”, jelas Paul.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT, Kepala Inspektorat Provinsi NTT, Kepala Biro Kepegawaian Provinsi NTT, Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Provinsi NTT dan juga Staf khusus Gubernur serta direktur Kawasan Industri Bolok (KIB), Camat, Kapolsek, kepala desa, tokoh masyarakat dan masyarakat setempat.