Tutup Zona Satu, Deno Kamelus Safari Ke Reok dan Reok Barat

Daerah

Ruteng, Sorotntt.com – Paket Deno-Madur Jilid II menutup zona kampanye satu di Kecamatan Reok dan Reok Barat pada Kamis, 26 Nopember 2020 sampai Jumat 27 Nopember 2020.

Menutup kampanye di zona itu Deno Kamelus bersafari ke 14 titik selama dua hari.

Titik pertama 26 Nopember 2020 Ia bersafari ke lima Anak Kampung di Kecamatan Reok, yakni Waepesi, Codong, Ngancar, Ketang, Damer dan Bajak.

Kembali dari Kecamatan Reok Ia pun melanjutkan safari ke Kecamatan Reok Barat, yakni di Kampung Keling, Kilid, Nanu, Kajong, Rurah dan Pring.

Keesokan harinya pada Jumat 27 Nopember 2020 Deno kembali bersafari di Kecamatan Reok, mulai dari belusukan di Tempat Penjualan Ikan (TPI) Kelurahan Reo kemudian berlanjut tatap muka di Kelurahan Mata Air dan berakhir di Kampung Rujung, Desa Ruis.

Hampir di 14 titik tersebut Deno Kamelus yang ditemani Politisi Demokrat, Agus Kabur disambut meriah oleh Masyarakat, para Pendukung, Tim Kerja dan Relawan.

Tak hanya itu Ia pun disambut dan diarak ke Rumah Gendang untuk berkampanye dihadapan ratusan Masyarakat yang hadir.

Di Codong, Ketang, Damer, Keling, Kilid, Nanu, Kajong dan Rujung Ia diterima di Rumah Gendang. Antusias Masyarakat pun tinggi mengikuti kampanye itu.

Dalam materi kampanyenya Ia lebih mengingatkan Masyarakat agar jangan tertipu dengan janji-janji politik pihak sebelah yang tak masuk akal, sebab menurut Dia program yang dirancang oleh lawan politiknya itu tidak sesuai dengan kondisi riil Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Deno menyebut ada beberapa program pihak lawan yang masih dipertanyakan apakah bisa dilaksanakan atau tidak jika memimpin Kabupaten Manggarai nantinya.

Pertama, gaji guru komite yang dijanjikan akan naik 100 persen.

Kedua, gaji petani mileneal satu juta per bulan

Ketiga, janji bangun Rumah Sakit Pratama di Reok dan Iteng.

Keempat, bangun infrastruktur dalam setahun

Menurut Dia, beberapa janji politik tersebut sangat bertentangan dengan kondisi keuangan Daerah saat ini dan juga cenderung menyalahi aturan, seperti janji bangun Rumah Sakit Pratama di Reok dan Iteng.