Pekan Ilmiah Unwira Kupang

Unwira Gelar Pekan Ilmiah dan Seni Mahasiswa

Daerah Timor

KUPANG, SorotNTT.com – Senat Mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandira (Sema Unwira) Kupang menggelar Pekan Ilmiah dan Seni Mahasiswa (PISMA) Unwira Kupang di aula lantai 3 Unwira, Penfui, Kupang, Kamis (02/05/2019).

Kegiatan PISMA yang mengusung tema ”Budaya Lokal dan Kemajuan Teknologi Tantangan dan peluang Bagi Generasi Milenial” diselenggarakan selama 10 hari, dimulai Kamis  (02/5/2019) hingga Sabtu (11/5/2019) mendatang.

Pembukaan PISMA Unwira dihadiri oleh Rektor Unwira Kupang, P. DR.  Philipus Tule SVD, PLH Pendidikan Provinsi NTT, Adelino Soares, Ketua Senat Unwira, Emanuel Kosat, Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM), Rino Da Silva, dan delegasi BEM-BLM perguruan tinggi se-Kota Kupang.

Rektor Unwira Kupang, P. DR. Philipus Tule SVD dalam sambutanya menyampaikan, tema PISMA kali ini memang suatu tema yang sangat penting dan mendesak untuk senantiasa dipikirkan. Karena itu adalah peluang tetapi juga tantangan yang harus disadari terutama oleh dunia perguruan tinggi, bahwa kesadaran akan kebudayaan lokal itu, khususnya nilai-nilainya itu penting. itu harus kita miliki jangan sampai terbawa arus perkembangan teknologi zaman milenial yang disangka akan menghapus atau menghilangkan budaya lokal.

Keseimbangan antara kesadaran akan nilai-nilai lokal, kebudayaan lokal, kearifan lokal dan keseimbangan dengan pemahaman ilmu pengetahuan yang global yang universal yang terus memasuki dunia perguruan tinggi.

Oleh karena itu, di Pekan PISMA ini diarakan supaya  mahasiswa itu mampu menjaga keseimbangan antara tren-tren  global yang besar tapi ada kesadaran akan nilai-nilai lokal yang tidak boleh dilakukan. Sehingga perpaduan antara lokal dan global oleh setiap generasi milenial harus menjaga kesimbagan.

“Oleh sebab itu, saya berterima kasih kepada pemerintah, Gubernur NTT, Wali Kota, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, para pimpinan universitas, pimpinan mahasiswa yang sudah menginisiatif kegiatan ini dan semoga kegiatan ini dari hari ke hari membuat mahasiswa NTT punya semangat kompetitif di antara universitas yang ada di NTT supaya lebih siap memasuki kompetisi ditingkat nasional maupun internasional,” tutupnya.

Sementara, Ketua Panita, Umpriadus Umbu Paji  menyampaikan bahwa realitas perubahan  yang terjadi  di masa ini memang tidak terlepas dari pesatnya perkembangan dan kemajuan teknologi dalam temporalitas. Hadirnya teknologi secara implisit telah menjadi tolak ukur bagi setiap potret perubahan yang terjadi di tengah dunia, sehingga melahirkan dan membentuk suatu generasi baru. Mereka adalah generasi milenial.

“Menyikapi hal ini, Unwira sebagai salah satu perguruan tinggi swasta yang menjadi parameter perguruan tinggi di NTT berikhtiar mengelar PISMA sebagai media pertemuan, diskusi, dialog, dan forum kompetisi.” ungkapnya.

Ia berharap selama perhelatan PISMA ini para mahasiswa semakin bersemangat untuk mampu menunjukkan level tertinggi, kreativitas, dan kemanfaatan intelektual serta daya kreasinya.

Adapun beberapa kegiatan yang diselenggarakan dalam perhelatan PISMA ini antara lain, lomba Debat Ilmiah, lomba Pidato Bahasa Inggris, lomba Essay, lomba Puisi (karya original), lomba Flim Pendek, lomba Tarian, lomba Stand Up Comedy.

Selain itu ada pula beberapa kegiatan pendukung lainya yang di gelar selama PISMA, yaitu panggung apresiasi budaya dan sosialisasi aplikasi Wokee Bank Bukopin.

Laporan: Hendrikus Aditono