Benesius Lawi

Warga Bantah Isi Surat Laporan Kebakaran Pondok

FeaturedFlores

BORONG, SorotNTT.com – Warga Sangan Kalo kembali membantah soal isi surat laporan terkait terbakarnya pondok di Dataran Gising, Desa Sangan Kalo, Kecamatan Elar Selatan (Elsel), Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal ini disampaikan P. Benesius D. Lawi, warga Sangan Kalo saat ditemui SorotNTT.com pada Kamis (27/6/2019).

Menurutnya, Laporan tersebut salah alamat dan nama Benediktus Lawi itu tidak ada di Desa Sangan Kalo. Kejadian jam 12.00 siang dalam laporan itu pun tidak benar.

“Hingga pukul 13.00 siang, di lokasi itu tidak ada kebakaran pondok,” katanya.

Benesius Lawi berpesan agar dalam membuat laporan, jangan asal melapor. “Ini barang kan soal nurani dan tanggung jawab moral. Apa yang dilaporkan itu jika tidak sesuai dengan fakta maka itu juga akan merugikan diri kita sendiri. Kami tidak tahu sama sekali terkait kebakaran pondok yang dilaporkan oleh pelapor. Apalagi tujuan kita ke sana bukan untuk bakar pondok.”.

Benesius menegaskan, jka ada perubahan dalam laporan tersebut dan merubah namanya, ia akan menuntut balik.

Lebih lanjut ia meminta, kalaupun ada tujuan tertentu, mari kita bicarakan sama-sama. Jangan rekayasalah. Karena kita ini mau membangun. Kita tidak punya persepsi untuk saling merusak.

“Kita kerja di tanah ulayat sendiri, di tanah wilayah kita sendiri, di tanah pusakanya congka sae,” tutupnya.

Sebelumnya media ini memberitakan sebanyak 20 karung padi dibakar orang tak dikenal di Dataran Gising yang ada di Desa Sangan Kalo, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam Surat Laporan dengan Nomor: Pem.140/74/VI/2019 yang ditujukan kepada Kapospol Wukir dan ditandatangani oleh Kepala Desa Wae Rasan, Thomas Loma yang diterima SorotNTT.com, Selasa (18/6/2019) melalui Camat Elar Selatan, Stephanus Lamar, bahwa:

Pertama, Pondok, padi sebanyak 5 (lima) karung, 1 buah Alkon, 2 buah terpal, 1 buah huler rontok dan alat-alat dapur atas nama Bonefasius Jama telah terbakar dengan lokasi sawah Gising (Aur Gurung).

Kedua, Pondok, Padi sebanyak 15 (lima belas) karung, perlengkapan dapur, dan perlengkapan alat tidur (kain panas 2 buah, spon 1 buah) atas nama Aloysius Rama telah terbakar dengan lokasi sawah Gising (Aur Gurung).

Laporan: Lalong Ferdinandus