Warga Minta Tipikor Turun ke desa sangan kalo

thomas-jala-warga-desa-sangan-kalo

Borong, SorotNTT.com – Thomas Jala, Warga Desa Sangan Kalo minta Tipikor untuk turun langsung ke Desa Sangan Kalo di Kecamatan Elar Selatan. Dirinya mendesak Tipikor turun ke Desa Sangan Kalo, lantaran tidak puas dengan hasil pemeriksaan dari Inspektorat Matim terkait pemeriksaan fisik di lapangan. 

“Pembangunan di Desa Sangan Kalo banyak yang hancur yang dilakukan oleh Pemerintah Desa selama ini,” kata Thomas, Selasa (1/10/2019) di Borong. 

Thomas menyebutkan, pembangunan yang masih bermasalah hingga saat ini di Desa Sangan Kalo adalah Posyandu Pinggang, Posyandu Watu Dopak, Posyandu Umandawa.

BACA JUGA:  Kadis PK Matim Tanggapi Kondisi Perpustakaan SDK Bebong

Selain itu,  Rabat di Desa Golo Linus sepanjang 20 meter, MCK, Rabat di Raong, Rabat di Dopak, Telford di Kampung Gising, pembagian pipa ke beberapa dusun yang hingga saat ini belum terlaksana.”Sebagai masyarakat, saya tidak percaya dengan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Inspektorat,” tegasnya. 

Thomas mengatakan, saya siap bertanggung jawab jika Tipikor turun ke Desa Sangan Kalo. Bila perlu Tipikor bisa ketemu dengan saya nanti. 

Dia menambahkan, Selama ini banyak item proyek yang dikerjakan oleh pemerintah desa, yang tidak memiliki papan informasi. 

BACA JUGA:  Pemerintah Kecamatan Elar Selatan Gelar Musrenbangcam tahun 2021

“BUMDes Desa hingga saat ini belum berjalan, sementara anggaran untuk BUMDes sudah ditetapkan,” bebernya. 

Thomas melanjutkan, banyak keputusan dari musyawarah bersama di desa yang dirombak sepihak oleh pemerintah desa. 

“Pembelian kloset yang dilakukan oleh pemerintah desa tanpa melalui musyawarah. Dan itu tidak pernah dibicarakan dalam Musrenbangdes,” ujarnya. 

Diakuinya, sebagai tokoh masyarakat saya merasa tidak puas dengan hasil pemeriksaan dari Inspektorat. Alasannya, banyak proyek desa yang tidak tuntas dan kebenaran akan dibuktikan di lapangan. 

“Lagi-lagi, saya minta Tipikor untuk turun ke Desa Sangan Kalo. Begitu banyak terjadi penyelewengan dana desa yang dilakukan oleh pemerintah desa,” tutupnya.

BACA JUGA:  NTT - NTB Siap Wujudkan Tuan Rumah Bersama PON XXII Tahun 2028

Laporan : Ferdinandus Lalong