Warga Pasar Borong Mendatangi Gedung DPRD Manggarai Timur

warga-pasar-borong-mendatangi-dprd-matim

Borong, SorotNTT.com – Sebanyak 20 orang warga Pasar Borong di Waereca/Nggeok, Kelurahan Rana Loba, Kecamatan Borong, mendatangi gedung DPRD Matim pada, Kamis (3/10/2019).

Pantauan SorotNTTcom dilakosi kegiatan, Kedatangan warga kali ini diterima baik oleh anggota Dewan Matim. Kegiatan yang berlangsung di ruang Komisi B yang dihadiri oleh Ketua Komisi B, Agustinus Tangkur, Kadis Koperindag, Fransiskus P. Sinta, dan jajarannya, serta  Pimpinan DPRD dan Anggota DPRD dari Komis B.

Sebelum dialog dimulai, Pimpinan Rapat, Agustinus Tangkur memberikan kesempatan kepada salah satu perwakilan warga Waereca/Nggelok, untuk membacakan poin-poin penting dalam penyampaian tuntutan mereka. 

Sebanyak lima (5) point mengenai masalah yang dihadapi oleh warga tersebut dalam aktivitas sehari-hari mencari nafkah, untuk kebutuhan hidup keluarga.

BACA JUGA:  Rapat Paripurna Istimewa Penyampaian Pidato Perdana Bupati Matim

Kelima point yang berhasil diperolah SorotNTTcom,  diantaranya:

Pertama, kami menolak dengan sangat keras rencana Pemda Matim Cq. Dinas Koperasi, untuk membangun pagar tembok di halaman kintal kami, karena kami sebagai pemilik sah yang memiliki sertifikat tanah (kami bawa sertifikat kepemilikan yang dimaksud), kami tidak mengerti apa tujuan Pemda membangun tembok pembatas di halaman kintal kami.

Kedua, kami merasa resah dan tidak nyaman dalam aktivitas mencari nafkah, karena kami terus mendapat ancaman, intimidasi secara verbal, bahkan lebih dari itu kami dipaksa untuk membongkar stand/rumah yang kami gunakan untuk jualan.

Ketiga, apapun pembangunan di Matim khususnya di wilayah kami Waereca/Nggeok, kami sangat mendukung sepanjang itu tidak merampas hak kami.

BACA JUGA:  Gubernur VBL: Kita Kerja Bersama, Saya Yakin Kita Bisa Bangun Daerah Ini

Keempat, lurah tidak pernah ada untuk melindungi kami sebagai warganya, dan kami mencurigai ada persekongkolan. Lurah yang menandatangani serfikat tanah yang kami miliki, harusnya lurah tahu bahwa tanah tersebut bukan tanah Pemda, tetapi tanah warga yang ada di sekitar pasar Borong. Aparat TNI maupun POLRI sebagai alat Negara harusnya melindungi masyarakat bukan sebaliknya.

Kelima, Kami berharap Bapak/Ibu anggota Dewan mau turun ke lapangan untuk melihat dan berkomunikasi langsung dengan warga. 

Usai pembacaan tuntutan dihadapan anggota Dewan Komisi B, serta Kadis Koperindag, kemudian dilanjutkan dengan dialog. Dalam dialog yang berlangsung kurang lebih 2 jam itu, membahas terkait beberapa tuntutan dari warga Pasar Borong, sekaligus sama-sama mencari mencari jalan keluar dari persoalan yang tengah dihadapi oleh warga Pasar Borong. 

BACA JUGA:  Pemprov NTT Gelontorkan Dana 42 Miliar Bangun Jalan Provinsi di Matim

Laporan : Ferdinandus Lalong