warna warni sarung tenun ikat di festival sarung tenun ikat ntt

Warna-Warni Busana di Festival Sarung Tenun Ikat NTT

Daerah Timor

Kupang, SorotNTT.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) mengelar Festival Sarung Tenun Ikat dan Festival Musik Tradisional NTT di arena Car Free Day (CFD) di halaman Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, Sabtu (2/2/2019) pagi.

Acara ini dihadiri Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, Wakil Gubernur Josef Nae Soi, ketua Lembaga Perlindunga Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTT Julie Sutrisno Laiskodat, Kapolda NTT dan para pejabat dan ASN lingkup Pemprov NTT.

Festival Sarung Tenun Ikat dan Musik Tradisional NTT diawali pelepasan balon oleh Gubernur NTT bersama Ibu Julie Sutrisno Laiskodat selaku penanggung jawab festival, dengan diiringi lagu Indonesia Tanah Air Beta oleh paduan suara anak-anak binaan dari Kapolda NTT Irjen Pol Raja Erizman.

Dalam pembukaan kegiatan ini Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan hari ini merupakan hari yang bahagia, karena kita mampu menunjukkan sebuah kualitas karya intelektual nenek moyang kita. Kita membuktikan bahwa zaman sebelum ada literasi yang hebat mereka telah mampu menunjukkan sebuah kualitas intelektual yang tidak ada bandingnya.

kemeriahan Festival Sarung Tenun Ikat NTT di Kupang

“Cara memulai kita pakai dalam kebanggaan sebuah hasil karya intelektual budaya. Budaya intelektual yang begitu maju yang perlu kita perkenalkan kepada nasional mau pun Internasional. Karena itu bersyukur hari ini panitia dan seluruh masyarakat yang telah berkerja secara luar biasa untuk membuat kita hidup di dalam keragaman warna warni yang sangat menarik dan artistik,” kata Viktor.

“Atas nama Pemerintah Provinsi NTT, saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada kita semua yang hadir pada pagi hari ini. Mari kita berjalan dan menikmati dan masa depan kita dengan gemilang karena kita memiliki semua yang ada di NTT,” pungkasnya.

Sementara Ketua LPAI Seto Mulyadi mengungkapkan, “Kami dari Jakarta betul-betul sangat kagum terpesona dengan kehebatan anak-anak di NTT, karena wajah penuh semangat dan energik dengan tarian sangat luar biasa. Sarung tenun ikat NTT itu sangat penuh kenangan bersejarah yang luar biasa menciptakan budaya yang sangat mengagumkan dunia,” kata Seto.

peserta festival sarung tenun ikat NTT dengan busana dari masing-masing daerah di NTT
Peserta festival sarung tenun ikat NTT dengan busana dari masing-masing daerah di NTT

“Saya juga meminta anak-anak NTT untuk menjaga soal toleransi. Mari menjaga persaudaraan dalam pemilu nanti, pilihan boleh beda tetapi kita Tetap Indonesia. Dan tetap jaga persahabatan kita,” tutur Seto Mulyadi, Ketua LPAI.

Festival Sarung Tenun Ikat dan Musik Tradisional NTT terbagi dalam beberapa spot yang sudah disiapkan pihak panitia penyelenggara.

Spot pertama, yaitu depan gedung Sasando (Kantor Gubernur NTT). Dimeriahkan paduan suara pelajar sebanyak 2000 orang, Ensemble musik pelajar sebanyak 350 orang, NTT menari sebanyak 1800 orang, instalasi tenun, drumband Kwarda Pramuka, dan tarian massal.

Spot kedua, yaitu depan Hotel Cendana dimeriahkan dengan, drumband SMAN 7 Kupang, fashion show bersarung, musik etnis dari SMKN 2 Kupang, komunitas dansa dan tarian massal.

Spot ketiga, yaitu depan Gereja Anugerah. Diisi dengan acara drumband SMP St. Yoseph, atraksi tagana menari balon bersarung, Hit Bia Band, dan tarian massal.

Spot keempat, yaitu di halaman Polda NTT. Dimeriahkan penampilan drumband NCIPS, atraksi berlari SKO Flobamorata, senam bersarung, serta tarian massal. (Hendrikus Aditono)