“Yang Dicari”

Oleh: Rm.Edy Menori, Pr
Ketua Yayasan Pendidikan Sukma Pusat Keuskupam Ruteng

“Apakah kamu mencari Aku?”
Pertanyaan Yesus ini juga diajukan kepada kita.

Kitab suci mengisahkan orang-orang mencari Yesus:

  • Ketika Yesus lahir, orang Majus dari Timur mencari Raja yang baru lahir.
  • Herodes juga mencariNya.
  • Ketika Yesus berumur 12 tahun dan tertinggal di Yerusalem, Bunda Maria dan Yosep mencarinya.
  • Ketika pertama  murid-muridNya bertemu Yesus, Andreas dan kawannya bertanya kepada Yesus, “dimanakah Engkau tinggal?”
  • Orang sakit mencari Yesus.
  • Demikian pula orang banyak mencari Yesus setelah dikenyangkan dengan roti hasil berkat istimewa Yesus.

Tema boleh sama ‘mencari Yesus’ tetapi motivasi dibalik semangat ini bisa beragam.
Orang Majus mencari Yesus untuk menyembah Dia. Herodes mencari Yesus untuk membunuhNya. Bunda Maria dan Yosep mencari Yesus karena kasih akan buah hati mereka, ingin dekat dan bersatu dengan sang Putera. Dua murid mencari Yesus, didorong oleh rasa ingin tahu tentang tempat tinggal Yesus. Orang sakit mencari Yesus supaya disembuhkan. Orang banyak yang menyaksikan mujizat perbanyakan roti mencari Yesus karena roti dan demi roti.

BACA JUGA:  Pastor Paroki Pacar Rayakan Misa Minggu Prapaskah I di Gua Maria Watu Hengkal

Tiga motivasi mencari Yesus: pertama, ingin dapat sesuatu dari Yesus. Kedua, ingin membunuh Yesus. Ketiga, mencintai Yesus, ingin bersatu dengan Yesus. 

Dua pola relasi dengan Yesus:

  1. Relasi fungsional yakni karena kebutuhan dan kepentingan yang subyektif dan egois. Saya mendekati Yesus karena ada kepentingan; saya butuh sesuatu dari Yesus dan sesuatu yang saya butuhkan itu dapat Yesus berikan kepada saya. Saya mendekati Yesus karena saya butuh nyawanya, saya benci dia dan ingin membunuhNya.
  2. Relasi personal; saya dekat dengan Yesus karena mencintai pribadiNya. Saya mengasihi diri Yesus dan bukan cuma berkatNya atau sesuatu yang saya butuhkan dari Yesus.

Ketika keakraban kita dengan Yesus cuma pada saat kita dihimpit persoalan dan pada saat kita membutuhkan berkat tertentu atau sesuatu yang dapat dijamin oleh Yesus lalu sesudah kita mendapatkannya hubungan dengan Yesus menjadi hambar atau renggang kembali, hal itu mungkin bisa menginformasikan pola hubungan kita dengan Yesus masih pada level relasi fungsional dan belum personal. Kita seperti orang banyak yang mencari Yesus karena ingin dapat roti. Kita tidak butuh Yesus melainkan sesuatu dari Yesus.

BACA JUGA:  Paroki Kristus Raja Mbaumuku Menyelenggarakan Perlombaan Tarik Tambang

Yesus agak ragu kalau  orang banyak mencari diriNya. Dia pun bertanya, “apakah kamu mencari aku?”

Pertanyaan ini sepertinya pas atau sesuai dengan motif pencarian orang banyak. Mereka sesungguhnya ingin mendapatkan sesuatu dari Yesus. Karena itu pertanyaan Yesus bila disesuaikan dengan konteks motif pencarian orang banyak dapat dirumuskan sebagai berikut,  “Apa yang kamu butuhkan dari Aku?”

Menjadi beriman berarti menjalin hubungan personal dengan Yesus. Ini sebuah proses yang terus diperjuangkan. Menjadi beriman tidak pernah sekali jadi atau otomatis. Tentu ada kisah jatuh dan bangun dalam menelusuri jejak Yesus. Itulah dinamika yang membentuk kemuridan kita. Melalui pengalaman jatuh dan bangun itulah kita dibentuk Kristus sang guru menjadi murid dan rasul yang tangguh.

BACA JUGA:  Kamus Cinta

Karena itu, marilah kita telusuri jejak sang Guru dengan setia dan masuk dalam perjuangan menjadi beriman dan saksi Kristus sampai akhir hayat.

Selamat berjuang! Tuhan Memberkati!!