Yayasan Peduli Foundation Gelar Sosialisasi Program 10 Ribu Ekor Induk Babi Untuk Flores 

Ruteng-SorotNTT.Com-Yayasan Peduli Foundation menggelar sosialisasi program 10 ribu ekor induk babi yang akan dikembangkan bersama masyarakat di pulau Flores, Propinsi Nusa Tenggara Timur(NTT).

Pelaksanaan sosialisai awal ini bertempat di Aula Paroki Kristus Raja Mbaumuku Ruteng, Senin(23/05/2022).

Agustinus Sarifin, S.Fil. MH sebagai pemilik Yayasan Peduli Foundation sendiri hadir pada acara sosialisasi tersebut dan diikuti oleh ratusan petani dari Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur dan Manggarai Barat.

Kehadiran Pemilik yayasan Peduli Foundation tersebut disambut secara adat manggarai berupa”Tuak curu” diikuti dengan “pemakaian topi dan selendang manggarai” serta dilanjutkan dengan acara” Manuk kapu”.

Agustinus Sarifin, S.Fil. MH, mengatakan tujuan Yayasan Peduli Foundation menjalankan usaha ini yaitu”meningkatkan ekonomi masyarakat serta maksimalisasi pemanfaatan lahan tidur”.

BACA JUGA:  Dibutuhkan SDM Yang Berdedikasi Tinggi Untuk Mensukseskan Pembangunan

Beternak babi merupakan salah satu usaha untuk memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat Flores. Usaha yang sudah ada ini, perlu disentuh baik agar menjadi lebih baik dan aspek ekonominya lebih maksimal.

“Usaha ternak babi sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Flores. Kita dari Yayasan Peduli Foundation sendiri mau memberi sentuhan secara profesional mulai dari pembuatan  kandang, pemeliharaan, dan pemasarannya.

Untuk usaha beternak babi ini, spirit dasarnya”gerak dan kerja bersama,” tutur mantan frater asal Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat ini.

Selanjutnya Afustinus menyampaikan, dilapangan nantinya, peternak akan bekerja dengan para dokter hewan dan sarjana peternakan. Para petugas berkompeten pada bidangnya ini dibiayai Yayasan Peduli Foundation agar bekerja profesional guna mengurusi babi-babi yang diberikan ke kelompok-kelompok tani yang ada.

BACA JUGA:  Ansy Lema Serahkan 3000 Benih Bawang Putih Untuk Petani di TTS

Menurutnya, Yayasan Peduli Foundation  akan menyiapkan kandang yang sesuai dengan standar teknis. Setelah semua beres, akan diberikan induk babi bagi setiap kelompok, sesuai dengan kebutuhanya.

Pemilik yayasan Peduli Foundation ini juga menjelaskan, Usaha ternak babi itu bukan hibah. Tetapi, usaha bisnis biasa. Karena itu, ada yang harus dikembalikan ke Yayasan untuk mengembangkan usaha publik lainnya. Praktisnya Yayasan harus mendapat dua anak babi pada setiap masa peranakan.

Usaha ternak babi ini, demikian Agustinus Sarifin, bukan wacana. Kepada para penggerak pada tiga kabupaten telah diberitahu untuk memantapkan kelompok-kelompok awal sehingga Juli nanti bisa mulai direalisasikan. Kerja kandang yang baik bisa mulai dilakukan di lapangan.

BACA JUGA:  Perintah presiden , Polri Berhasil Menangkap Djoko Tjandra 

Hadir pada kegiatan tersebut, Ketua PSE Puspas Keuskupan Ruteng, Rm. Robert Pelita Pr, serta beberapa tokoh masyarakat.