Sabinus Jampung, Trima kasih Pemkab Matim

Borong, SorotNTT.Com-Dalam 24 jam terakhir publik diramaikan dengan pemberitaan media tentang pasangan muda, Sabinus Jampung (18) dan Karolina Fatima Keluru (16) asal Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur yang dikabarkan belum bisa keluar dari RSUD dr. Ben Mboi Ruteng pada Senin (04/07/2022), lantaran ketiadaan biaya bagi perawatan anaknya.

Khabar ini juga mendapat atensi yang serius dari Pemkab Manggarai Timur. Sekda Manggarai Timur Boni Hasudungan Siregar, melalui Kabag Protokol Komunikasi Pimpinan, Jefrin Haryanto menyampaikan bahwa, telah meminta Asisten III untuk berkoordinasi dengan pihak RSUD dr. Ben Mboi Ruteng.

” Pa Sekda Boni juga telah sudah berkoordinasi dengan Sekda Manggarai Jahang Fansi Aldus terkait situasi yang dialami warga Matim tersebut, “terang Haryanto.

” Pembiayaan akan diambil dari dana bantuan sosial.
Hari ini Selasa (05/07/2022) Pemda Manggarai Timur akan membuatkan surat jaminan yang akan ditandatangani Sekda.

Lebih lanjut Jefrin berharap, hari ini (5/7/2022, Orangtua bersama pasien sudah bisa pulang dan berkumpul bersama keluarga.

BACA JUGA:  Dilarang, Kapal Penumpang Berlayar Mulai 24 April-8 Juni 2020

Kronologis Pasien

Sebagaimana telah dilansir banyak media, bayi pasangan muda, Sabinus Jampung (18) dan Karolina Fatima Keluru (16) asal Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur belum bisa keluar dari RSUD dr. Ben Mboi Ruteng, Senin (04/07/2022), lantaran ketiadaan biaya.

Pada 07 Maret 2022 lalu, Sabinus dan Karolina dianugerahi dua bayi kembar berjenis kelamin perempuan.

Keduanya lahir dengan berat 1,8 Kg dan 1,3 kg. Bayi yang beratnya 1,8 Kg setelah sebulan, kemudian meninggal dunia karena sakit di rumah Karolina Fatima Keluru di Tolok-Lenang, Kecamatan Lamba Leda selatan.

Sedangkan, pada 13 Juni 2022 bayi dengan berat 1,3 Kg megalami sesak napas dan kemudian dilarikan ke Puskesmas Mano.

Dari Puskesmas Mano kemudian dirujuk ke RSUD dr. Mben Mboi Ruteng, Kabupaten Manggarai.

Setelah melakukan berbagai rangkaian perawatan di ICU RSUD Ruteng Mben Mboi, bayi dengan berat 1,3 Kg tersebut sudah mulai membaik dan diperbolehkan untuk kembali ke rumah.

BACA JUGA:  Polres Mabar Perketat Pengamanan di Masjid-Masjid Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 H

Masalah berikutnya muncul karena pasien tidak memiliki biaya untuk melunasi tunggakan di rumah sakit. Alhasil pihak RSUD “menahan” atau tidak mengizinkan mereka pulang karena belum membayar kewajiban biaya perawatan selama dua minggu di ICU.

Karolina Fatima Keluru, ibunda bayi mengatakan, biaya rawat di ICU sebesar Rp14 juta. Pihak RSUD sendiri sudah memberikan kebijakan untuk membayar Rp12 juta.

“Kami hanya memiliki uang 1,5 juta untuk biaya rumah sakit. Kami tidak tahu mau cari uang di mana lagi. Saya dan suami belum punya kerja. Kami hanya berharap dari kebaikan hati saudara-saudara bagi bayi kami ini, ungkap Karolina.

Sekda Boni Hasudungan, merespon cepat situasi ini dan segera mengambil langkah taktis untuk menyelesaikan masalah ini.

Melalui Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Jefrin Haryanto, Sekda Boni menyampaikan ucapan terima kasih kepada media yang telah memberitakan hal ini dan mendorong banyak pihak untuk menolong pasien ini. Prinsipnya Pemerintah Manggarai Timur sangat responsif untuk hal-hal seperti ini, dan sudah cukup banyak hal serupa yang mendapat respon positif dari Pemkab Matim.

BACA JUGA:  Dalam Toleransi tidak boleh ada orang yang bisa menghina sesama, hanya karena berbeda agama

Ayah Pasien Sabinus Jampungpun, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, karena telah dibantu dalam situasi sulit ini.

” Terima kasih Pemerintah Manggarai Timur. Kami hanya bisa membalasnya dengan doa, “ucap Sabinus.