Antologi Puisi Yohanes Hadi Setiawan Salahkan Aku?

Salahkah aku bila pergi tanpa kata?Ketika sajak-sajak mulai roposTidak memberikan pamit pada siapa sajaEntah kepadamu atau kepada segerombolan aksara Pada siapa aku bernaung diriKetika air mukamu menjadi merahPada siapkah aku bersandarkan diriSebab bahumu sudah sembunyi Salahkah aku bila pergi tanpa senyum?Yang menggores lekuk indah pipiJejeran ridu yang siap menariAku hilangkan serta menutupi Rasa pahit mengalir […]

Selengkapnya ...

Antologi Puisi Wandro J. Haman

Pelerai Kenang Sedang matamu telah melerai kenang menjuntai di pelupuk bayangmenanggalkan senyuman yang sudah berakar padadinding-dinding ingatkukemudian melucuti rindu yang semakin lama makinmenguras tenaga untuk melupamaka, jangan aku- kau salahkanbila aku merasa kamu adalah satu-satunya kuntumyang merekah paling elok Surabaya, Juni 2020 Ternyata Mimpi Kemudian lekukkan tubuh itu bergelimang awan putihditaburi gemintang yang menari merayu […]

Selengkapnya ...

Puisi Rian Tap

Tuan, Berikan Kami Rupiahmu Aku ingin meminta, dengan suara lusuh penuh ketakutanAku mencoba teriak menggema seluruh negeriSuara, terbungkamSunyi terseret diriInilah negeri yang diperjuangkanAku kembali bersuara, sambil mengulurkan tangan jelataNamun apalah dayaTanganku amat mungil, tak panjang untuk sampai pada saku dan isi dompetmuApa lagi, tanganku penuh dekilSemenjak tadi, aku melebur dalam debu untuk mencari uang logam […]

Selengkapnya ...

Hams Hama
Mahasiswa STFK Ledalero, Tinggal di Ritapiret

Tuak dan “Ata Lolu” EntahlahSaya begitu tergoda olehmu Bukan karena aromamu berhasil menciptakan tamak pada hidung dan ilurku Bukan karena begitu rakusnya kering ingin dibasahi pada batang leherku Bukan karena begitu luar biasanya perut menampungmu tanpa peduli SungguhSaya begitu tergodanyaSampai-sampai mimpiku melangit Sampai-sampai saku bajuku sobek Sampai-sampai doa-doaku kering. Aku bukan saja menjadi candu pada […]

Selengkapnya ...

Siapa?

Yuan Hadi SetiawanSiswa Kelas XI SMAN 1 Satarmese-Manggarai- NTT Tentang siapa kujumpaAku belum dapat memastikannyaTentang siapa aku milikiEngkau tak perlu mengutarakannya Siapa yang memancarkan pagiDia belum sempat aku milikiRayuan-rayuan kini terasa basiMenggenggam pasti dalam mimpi Siapa dapat melawan sunyikuDialah orang yang aku tungguMembayar hamparan harapan tergulung rapiAku hanya tahu memiliki Goresan-Goresan harapan terasa menyengatMembawa sebait […]

Selengkapnya ...

Antologi Puisi Petrus Nandi

Surat Perantau untuk Kekasih Jika malam ini aku tak sempat melawatmu di sini,percayalah bahwa waktuku belum tibaatau bayangkan saja aku sedang duduk di hadapantumpukan kertas yang menyita malam-malamku.Nyalakan pelita pada sudut-sudut kamarbiarkan keremangannya membunuh si gelapdan berkas-berkasnya menembusi jantungawan-awan tipis yang mondar-mandir di luar rumah inipastikan bahwa kau sungguh terjagaagar rembulan mengurung niatnyamenerormu dalam sepi. […]

Selengkapnya ...