WAHAI CADAS-CADAS

Oleh: Gerard N. Bibang Tertiup terhembus tertiup terhembusselalu kembali dan selalu begituaku toh tidak sedang menenggelamkan balon udarajuga tidak sedang memuntahkan kata ke ruang hampawahai cadas-cadas menghijauengkau tidak pernah bisuselalu terbuka ruang untuk mendambabahasa alam tanpa kataisyarat rindu dari sanubariterutama di saat-saat menantidi hari-hari ini SEJAUH-JAUH Rindu bergelora dalam rasa tersiksaoleh kata yang terucap pada […]

Selengkapnya ...

BOLA MATA

Oleh: Gerard N.Bibang bola mata mungilnyaadalah ketenangan menelusup sukmapada kening yang sudah tidak lagi panasdengan mata terpejam, mulut melafalkan namanyadalam doa, kami menyatukan cinta SEKEJAP sekejap tersengalterbaring sendiri, dalam senyapkulihat sisa-sisa embun meruapkan basah di sebagian lempeng kaca jendelaah, kesunyian ini menyimpan misterimemperjelaskan suara yang sayup-sayup sampaisuara kekasih GENANGAN dan, malam itu, tiba-tiba dia benar-benar […]

Selengkapnya ...

Teman Jadi Cinta

Oleh: Baunsele AlbertGuru SMA Negeri 1 Soe Di keheningan malam nan sepi bertabur bintang, di sebuah bilik sempit dan sederhana penuh kedamaian, sang penyair tengah memainkan penanya di atas sehelai kertas. Kata demi kata dirangkainya menjadi satu kesatuan yang utuh penuh makna. Menggoreskan pikiran-pikiran cerdas nan kreatif. Serasa menyesal seumur hidup bila ditinggalkan, namun bila […]

Selengkapnya ...

Langit-Langit Cekung Kapel Sanpio

Oleh: Gerard N. Bibang I. Pada langit-langit cekung kapel sanpioke mana membuang langkah terukir dalam motto:opus justitiae pax – bahwa damai adalah kerja keadilanadalah nafas bagi lelaki wela runus manggarai dan nusa bungayang memulai pengembaraan di jagat raya Di bawah naungan langit-langit cekung kapel initertancap sebuah titik mulaisebuah petualangan kemerdekaan menyusuri seluruh wilayah, bidang, garis, […]

Selengkapnya ...

BIASA-BIASA SAJA

Narasi P.Paul Ngganggung Oleh Gerard N. Bibang KEKASIH Allah itu telah kembali ke rumahnya. Ia bukan penduduk bumi. Ia penduduk surga. Bumi ini hanyalah perjalanannya. Rumahnya, di sana, indah tiada tara, dikelilingi oleh orang-orang yang mencintainya. Allah menitipkan kepadanya imamat dan kaul-kaul kebiaraan sebagai peta dan metodologi agar selama perjalanan di bumi, ia jangan sampai […]

Selengkapnya ...

TOROK SATU ABAD SANG SABDA

Oleh Gerard N. Bibang I. IMANKU PERCAYAKU torok-ku intimasikudengan Mori Agu Ngaran* selalu menyatuhidup hari-hari dan pengalaman dengan-NYA tak berbatasmenyapa-NYA tak usah butuh waktu dan tempat khususyang profan dan yang kudus tak harus terpisahkankeduanya mengalir dalam denyut nadimengalami omnipresentia* Yang Ilahimenjadikanku seutuhnya religius dan manusiawi torok-ku, imankuakan benih-benih sabda yang mulai ditabur seratus tahun laluke […]

Selengkapnya ...

Kehangatan

Kau yang kucinta dalam dambaKau yang kurindu dalam gundahKau yang kupuja dalam setiap senyum yang rekahDan kau yang menebar kehangatanDi setiap rasa yang mengguggah isi dada Bening matamuBagaikan rembulanSejuk dan lembut kurasakandalam tatap dan dekap yang selalu melekat di ingatan Dalam keremangan malamyang dingin dan sepiDalam kicau burung pagiKau beri kehangatanKau beri kesejukanPada lelah yang […]

Selengkapnya ...

Antologi Puisi Yohanes Hadi Setiawan Salahkan Aku?

Salahkah aku bila pergi tanpa kata?Ketika sajak-sajak mulai roposTidak memberikan pamit pada siapa sajaEntah kepadamu atau kepada segerombolan aksara Pada siapa aku bernaung diriKetika air mukamu menjadi merahPada siapkah aku bersandarkan diriSebab bahumu sudah sembunyi Salahkah aku bila pergi tanpa senyum?Yang menggores lekuk indah pipiJejeran ridu yang siap menariAku hilangkan serta menutupi Rasa pahit mengalir […]

Selengkapnya ...

Perpisahan Sementara

Marselinus Koka, RCJTinggal di 65 Hannibal Street, Merville Park Paranaque City, Manila-Filipina Amy baru bangun, saat wajar masuk melalui jendela rumah, kira-kira tepat pukul enam subuh. Dia kaget ketika burung-burung kecil yang bertengger di dahan pohon mulai ramai-ramai bersiul menyambut pagi yang mentarinya sedikit lagi terjaga. Ada pemandangan yang berbeda di kamar tidurnya pada pagi […]

Selengkapnya ...

Antologi Puisi Wandro J. Haman

Pelerai Kenang Sedang matamu telah melerai kenang menjuntai di pelupuk bayangmenanggalkan senyuman yang sudah berakar padadinding-dinding ingatkukemudian melucuti rindu yang semakin lama makinmenguras tenaga untuk melupamaka, jangan aku- kau salahkanbila aku merasa kamu adalah satu-satunya kuntumyang merekah paling elok Surabaya, Juni 2020 Ternyata Mimpi Kemudian lekukkan tubuh itu bergelimang awan putihditaburi gemintang yang menari merayu […]

Selengkapnya ...