Gapura: Hentikan bangun Waduk Lambo di Lowo Se

gerakan-pemuda-kota-ndora

Nagekeo, SorotNTT.com Gerakan Pemuda Ndora (Gapura) yang beranggotakan para pemuda Ndora, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, menegaskan untuk menghentikan pembangunan waduk lambo yang berlokasi di Lowo Se.

pernyataan tersebut diungkapkan melalui ketua Gapura, Gusty Beby kepada Sorot Ntt.com baru-baru ini, ia menyebutkan Pembangunan Waduk Lambo akan menenggelamkan desa Labolewa kecamatan Aesesa, Desa Rendubutowe kecamatan Aesesa Selatan dan kawasan pertanaian Desa Ulupulu kecamatan Nangaroro.

“Sebagai ketua Gapura saya menegaskan untuk menghentikan/membatalkan pembangunan Waduk Lambo yang berlokasi di Lowo Se karena akan menenggelamkan Desa Rendu Butowe Desa Labolewa dan kawasan pertanian Desa Ulupulu serta membuat penduduknya tergusur dan terganggu dari kehidupan masyarakat yang selama ini berjalan,” pungkasnya.

Aktivis GMNI Denpasar tersebut melanjutkan, “Pembangunan waduk ini menimbulkan potensi hilangnya sumber penghidupan bagi 2000 jiwa bahkan lebih di tiga desa yang luasannya mencapai ribuan hektar lahan yang didalamnya terdapat kawasan pemukiman dan menghilangkan potensi alam diantaranya Kampung adat, perkampungan, kuburan, sarana umum sekolah, sarana rohani gereja, lahan pertanian dan perternakan,” tuturnya.

BACA JUGA:  DPW MOI Provinsi NTT Minta Polisi Tangkap Pelaku Kerumunan Massa Didepan Mapolda

Mantan ketua GMNI Denpasar tersebut menyayangkan ketika waduk dibangun maka ribuan masyarakat tiga desa akan kehilangan identitas karena budaya dan tempat-tempat ritus adat budaya akan hilang digenangi air waduk.

“Pembangunan Waduk Lambo seperti membuat luka, bisakah negara menghitung kerugian hilangnya adat dan budaya ribuan tahun yang sudah dipelihara, serta pengaruh terhadap masyarakat yang nanti tidak memiliki kampung halaman lagi jika waduk ini dibangun? ” ujarnya.

Tentunya jangan merugikan masyarakat yang lahannya akan dipakai waduk itu. Di daerah lain juga sama, namun harus diajak komunikasi dan diajak mencari solusi serta mendengarkan aspirasi masyarakat terkait lokasi alternatif yang ditawarkan.

BACA JUGA:  Surat Terbuka untuk Presiden Joko Widodo

melalui media ini, ia meminta Bapak Presiden Jokowi untuk membatalkan rencana pembangunan waduk itu. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2017, pembangunan Waduk Lambo merupakan Proyek Strategis Nasional guna memenuhi kebutuhan debit air untuk pembangkitan tenaga listrik.

karena menurutnya pembangunan waduk itu hanya untuk kepentingan sekelompok orang saja. “Kebutuhan listrik, air bersih dan irigasi di Nagekeo hari ini sudah cukup tersedia, Maka menjadi pertanyaan, 80 megawatt listrik yang dihasilkan dari waduk ini untuk siapa? Ada indikasi kebutuhan air bersih, irigasi dan sumber listrik ini nantinya diperuntukkan kepada perusahaan industri skala besar.”

ia menjelaskan, ketika pemanfaatan pembangunan waduk Lambo untuk mensejahtrakan warga melalui sektor pertanian, kenapa tidak dibangun small dam (Waduk Mini) di tiga titik (keli tebu, tiwu dhero dan nete wulu) yang ditawarkan masyarakat sehingga lahan ribuan hektar yang ada bisa diperuntukan lahan persawahan warga.

BACA JUGA:  Sulap Lahan Persawahan Tanam Cabai, Pemuda Nagekeo Jadi Jutawan

“Semoga suara kami ini didengar oleh jajaran pemerintah, mulai dari pusat, propinsi dan kabupaten.bukalah mata hatimu, karna masyarakat menunggu keberpihakan nuranimu, ”  tutup Gusty. 

Laporan : Yanto