Upaya Mediasi Kasus Dugaan Penganiayaan Terhadap Seorang IRT Oleh Satpam BPD Reo Gagal

Ruteng,Sorotntt.com, – Upaya perdamaian antara kedua belah pihak terkait Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan Oknum Satpam BPD Reo dan Seorang Ibu Rumah Tangga yang terjadi pada Selasa, (22/2/2022) lalu tidak ditemukan kesepakatan damai.

Upaya mediasi perdamian tersebut berlangsung di Polsek Reo pada Jumat (4/3/22) pagi. yang dihadiri oleh kedua belah pihak baik dari pihak keluarga korban dan pihak terlapor.

Hal itu disampaikan oleh Heriberto Apriliano Iruk S.H dan Roderik Imran, S.H, M.H selaku Kuasa hukum pelapor, dimana pihak korban maupun keluarga korban menolak untuk dilakukan perdamaian.

“Terkait kasus mama Saadia Muhamad hari ini agendenya mediasi di Polsek Reo yang dihadiri oleh kedua belah pihak, baik pelapor maupun terlapor. Dan tidak ditemukan kesepakatan damai, Korban maupun keluarga korban menolak untuk urus damai,” Jelas Apri dan Roderic.

Untuk diketahui Pihak pelapor/korban didampingi oleh Kuasa hukumnya yaitu Heriberto apriliano Iruk S.H., Roderik imran S.H, M.H., dan Iru Fransiskus S.H

BACA JUGA:  Sejumlah Lokasi di Reo Terendam Banjir

Apriliano dan Roderik menandaskan bahwa pihaknya sangat menghargai upaya perdamaian tersebut namun pada prinsipnya mereka tetap bersih kukuh untuk melanjutkan persoalan tersebut dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak Kepolisian untuk proses lebih lanjut

“Pada intinya kami menghargai upaya perdamaian. Tetapi kalau principal kami tetap bersih kukuh untuk mau lanjut ya kami serahkan semua kewenangannya pada pihak kepolisian untuk lanjut kepada tahapan selanjutnya,” tandas Apri dan Roderik.

Seperti yang diberitakan media ini sebelumnya bahwa Sa’adia Muhammad (49) Seorang ibu rumah tangga asal Ling Baru Timur, Kelurahan Baru, Kecamatan Reok, mengalami luka memar setelah dianaiaya oleh AR (42) yang terjadi pada Selasa, (22/2/2022) sekitar pukul 09:00 wita di pasar ikan Bronjong, Kelurahan Reo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT.

Kapolres Manggarai AKBP Yoce Marten, SH.,S.IK.,M.IK, melalui Paur Humas Polres Manggarai, Iptu Made Budiarsa dalam rilis yang diterima media SorotNTT.com pada Rabu, (23/2/2022) malam menjelaskan bahwa pihak Polsek Reo telah menerima laporan dari korban terkait peristiwa penganiayaan tersebut.

BACA JUGA:  Roman Ndau Lendong: Masalah Infrastruktur dan Air Minum Bersih Harus Diangkat Kepermukaan

“Korban Sa’adia Muhammad telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Reo dengan nomor polisi STPL/04/ll/ 2022/ SPKT/ Polsek Reo / Polres Manggarai/ Polda NTT,” Jelasnya

Adapun kronologis kejadian kata Ipda Budiarsa yaitu dimana pada hari selasa tanggal 22 Februari 2022, sekitar  jam 09.00 wita, pelaku AR (42) menganiaya korban dengan cara memukul menggunkan keranjang plastik sebanyak 1 (satu) kali dan mengenai punggung kanan korban, sehingga korban merasa sakit dan merasa pusing.

Atas kejadian tersebut korban melaporkan hal tersebut di SPKT polsek Reo guna di proses  secara hukum yang berlaku.

Informasi yang dihimpun media ini dari pihak keluarga korban bahwa peristiwa penganiayaan tersebut bermula adanya percekcokan antara korban dengan mertua dari pelaku AR.

“Awalnya korban menggeser baskom milik mertua pelaku yang menghalangi dagangannya, dari situ terjadilah percekcokan antara korban dengan mertua pelaku.Beberapa saat kemudian pelaku datang, dan mertuanya lansung mengadukan keributan yang sedang terjadi kepada pelaku, pada saat itu korban masih berbicara dengan saksi, tiba-tiba saja Pelaku melemparkan keranjang besar tempat menaruh ikan kepada korban tersebut dari jarak 2 meter tepat mengenai bahu bagian kanan korban, sehingga bahu korban mengalami memar,” Ungkap Keluarga Korban (SN/*)