Habiskan Uang Miliaran,Proyek Irigasi Wae Rem di Manggarai Mubazir

Saluran irigasi Wae Rem (Foto:SorotNTT)

Ruteng,SorotNTT.Com-Proyek irigasi Wae Rem yang dibangun sejak tahun 2013-2015 di Desa Bere, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur(NTT) mubazir.

Irigasi Wae Rem ini diperkirakan dibangun dengan menghabiskan uang negara kurang lebih Rp.4 miliar.

Beberapa warga Desa Wae Rem yang yang berada dilokasi menyampaikan, bahwa proyek ini awalnya diduga menghabiskan uang sekitar Rp.4 miliar.

“Sejak 2013-2015 banyak perusahaan besar yang datang kelokasi Wae Rem untuk mengerjakan proyek ini, diperkirakan sekitar Rp. 4 miliar lebih danah yang di habiskan,”ujar warga yang berada di lokasi.

Menurut warga, Untuk lebih jelasnya silahkan ditanya kepihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Manggarai.

Kondisinya saat ini sangat mengenaskan, dimana bangunan irigasi ini sudah rusak dan hancur, tanpa pernah digunakan sama sekali sejak dibangun.

BACA JUGA:  Inilah Profil Uskup Ruteng Yang Baru

Uang negara yang berjumlah miliaran tersebut dibuang percuma ditengah hutan, dan terkesan ada pembiaran serta adanya konspirasi besar yang mengarah pada penyalahgunaan keuangan negara.

Proyek irigasi Wae Rem (Foto:SorotNTT)

Hasil penelusuran Media SorotNTT.Com dilokasi pada tanggal 26 Februari 2021 bersama sejumlah warga Desa bere ditemukan beberapa fakta yang terjadi serta dugaan penyelewengan pada pengerjaan proyek irigasi Wae Rem ini.

Berikut beberapa fakta dan dugaan penyelewengan yang terjadi:

  1. Irigasi ini dibangun ditengah hutan Wae Rem, akses jalan masuk ketempat ini hanya jalan tanah.
  2. Tidak ditemukan lokasi untuk mengambil material pasir, dugaan kuat proyek yang dibangun dari tahun 2013-2015 tersebut menggunakan material dilokasi, diduga juga semen dicampur tanah.
  3. Proyek ini tanpa perencanaan yang jelas, karena sejak dibangun sampai sekarang tidak di manfaatkan.
  4. Kebijakan Pemerintah Kabupaten Manggarai sejak tahun 2013-2015 terkesan tidak mendasar, karena menganggarkan proyek dengan jumlah uang begitu besar, berada ditengah hutan, tanpa manfaat sama sekali.
  5. Pemerintah Kabupaten Manggarai saat itu diduga menganggarkan proyek yang tidak ada nilai manfaat, karena tidak dilanjutkan sampai sekarang ini.
  6. Diduga ada konspirasi besar pada proses pembangunan proyek ini, karena mengeluarkan uang dengan jumlah besar, tetapi tidak dimanfaatkan, tidak ada hasil dan mubazir.
  7. Sangat jelas telah terjadi kerugian pada pengelolaan keuangan negara dan diduga telah terjadi praktik korupsi.
BACA JUGA:  Pelayanan Tim Medis di Pustu Golo Watu Diduga Sangat Buruk

Atas dasar itu,Beberapa Warga Desa Bere mengharapkan agar aparat penegak hukum segera mengusut dugaan penyelewengan yang mengarah pada tindakan korupsi pada pengerjaan irigasi ini.

“Sudah lama kita menunggu, apakah ada tindak lanjut dari pekerjaan Irigasi Wae Rem ini, tetapi sampai sekarang masih belum jelas dan dibiarkan mubazir, ini harus diusut tuntas,” tegas mereka.