Intensitas Curah Hujan Tinggi, Mengakibatkan Satu Bangunan TPT di Nao Kolang Jebol

Daerah

Manggarai Barat|| Sorotntt.com, Hujan deras yang mengguyuri wilayah Kecamatan Kuwus Barat selama beberapa hari terakhir mengakibatkan terjadinya longsor di beberapa titik tepatnya di ruas jalan Propinsi Noa-Golo Welu.

Bencana tersebut terjadi pada Rabu 10/11/2021 sekitar pukul 15.20 WITA ketika wilayah tersebut diguyur hujan lebat.

Pantauan media Sorotntt.com pada Kamis (11/11) sore mulai dari Hawe desa Wajur hingga Nao Desa Kolang terdapat beberapa titik mengalami lonsoran tanah di sisi badan jalan.

Namun atas respon cepat pihak PT. Gunung Sari Indah semua material longsoran yang masuk ke badan jalan di beberapa titik tersebut sudah dibersihkan kembali, sehingga semua jenis kendaraan yang melintas dari dua arah berlawanan ini tetap berjalan normal seperti biasanya.

Selain itu, akibat curah hujan yang tinggi ini juga, satu bangunan tembok penahan tanah (TPT) yang baru dibangun pada bulan maret lalu yang dikerjakan oleh PT. Gunung Sari Indah terlihat sudah runtuh atau jebol.

BACA JUGA:  Bupati Deno Buka Workshop Digital Marketing

Bangunan (TPT) yang berukuran panjang 6 meter dan tinggi 4 meter tersebut berada di tepi jalan dan jaraknya kurang lebih 1 km dari kampung Nao Desa Kolang Kecamatan Kuwus Barat dengan kedalaman longsor sekitar 4 meter.

Sementara Agustinus Po’u selaku pelaksana lapangan PT. Gunung Sari Indah, kepada media ini menjelaskan bahwa pihaknya Sudan turun ke lokasi di beberapa titik untuk membersihkan material longsoran yang masuk ke badan jalan.

“Saya sudah ke lokasi di beberapa titik yaitu di km 11+900,12+900 tepatnya di kampung Hawe,Desa Wajur, kemudian longsor pada km 15+075 setta satu bangunan tembok penahan tanah (TPT) runtuh tepatnya lewat kampung Nao, Desa Kolang. Ungkap Agus pada Kamis, (11/11/2021) sore.

Agus juga menuturkan memang sejak akhir bulan oktober curah hujannya cukup tinggi di siang hari mulai pukul 13.00 s/d pukul 17.00 petang, dan untuk longsoran serta runtuhnya tembok penahan tanah terjadi karena hujan besar pada tanggal 9 dan 10 November 2021, sejak siang hingga sore.

BACA JUGA:  Kodim 161 Manggarai Adakan Kegiatan Komsos Kreatif.

Terkait runtuhnya tembok penahan tanah, pihaknya tetap bertanggung jawab untuk mengerjakan kembali dan saat ini pihaknya sedang berupaya mencari tukang untuk mengerjakan tembok yang jebol tersebut.

“Sekarang saya lagi cari tukangnya pak, jika besok sudah dapat tukangnya maka besok atau lusa sudah mulai dikerjakan dan kami dari pihak perusahaan, tadi siang sudah mulai bersihkan tanah longsor pada km 15+075, lewat kampung Nao. Sedangkan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan bagi pengguna jalan di TPT yang runtuh ini kami sudah pasang Police Line”,Ujar Agus

Diketahui tidak ada korban jiwa dalam bencana longsor tersebut dan Pantauan media ini hingga pukul 17.30 sore, jalan yang menjadi akses utama tersebut tetap bisa dilalui semua jenis kendaraan dari dua arah, namun bagi para pengguna jalan yang melintas di jalur tersebut saat musim hujan ini agar selalu waspada dan hati-hati karena jalur ini rawan terjadinya longsor susulan.

BACA JUGA:  PPK 3.3 Satker PJN III NTT Menghimbau Masyarakat Waspada Terhadap Bahaya Longsor

Laporan : Pedi