Sejumlah Tokoh Mendatangi Bupati Matim Terkait Perbatasan Matim-Ngada

Pertemuan tokoh Manggarai Raya bersama Pemkab Matim terkait perbatasan

BORONG, SorotNTT.com – Sejumlah tokoh Manggarai kembali mendatangi kantor Bupati Manggarai Timur (Matim). Kedatangan sejumlah tokoh Manggarai tersebut guna menggelar pertemuan singkat antara Pemkab Matim dengan beberapa tokoh Manggarai Raya yang diwakili oleh Christian Rotok, David Sutarto, dan Sensi Gatas, serta beberapa tokoh lain yang berlangsung di ruangan kerja Bupati Matim, Andreas Agas, Senin (20/5/2019).

BACA JUGA:  Andre Kornasen Terpilih Sebagai Ketua AJO Manggarai Timur

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Agas mempresentasikan hasil kesepakatan yang sudah ditandatangani oleh Bupati Matim, Bupati Ngada, dan Gubernur NTT, melalui peta wilayah yang ditawarkan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) di Kupang belum lama ini.

Agas menuturkan bahwa sebelumnya Pemkab Matim sudah melakukan presentasi dokumen-dokumen terkait perbatasan di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta. Setelah itu pihak Kemendagri datang untuk survei dan melakukan pemetaan tanpa sepengetahuan dua kabupaten, yakni Ngada dan Manggarai Timur.

BACA JUGA:  Gubernur VBL Melakukan Panen Jagung Program TJPS

“Pada waktu mereka (Mendagri) melakukan survei di bawah, klaim Ngada di wilayah Buntal, terutama di utara itu yang paling banyak sekitar 20 km dari batas yang sesungguhnya. Terus kita mengacu pada dokumen yang kita usulkan, karena perintah UU pada pemekaran kabupaten waktu itu, batas ditetapkan enam tahun setelah pemekaran. Keputusan ini kan nanti diperkuat dengan putusan terakhir dari Mendagri,” jelas Agas.