Dr. Laurensius Ni, S.H.,M.H dan Hironimus Ardi, S.H Dampingi Doni Parera Melapor Beberapa Nama di Polres Mabar

Daerah

Labuan Bajo, SorotNTT.Com-Dionisius Parera telah melaporkan beberapa orang ke Polres Manggarai Barat pada Sabtu 6 November 2021.

Laporan ini terkait tuduhan kepadanya sebagai provokator, yang diberitakan beberapa media online beberapa waktu lalu.

Persoalan ini, dimulai dengan beredarnya sebuah video berdurasi 38 detik, yang dibuat Doni Parera bersama sekelompok masyarakat adat Mbehal, saat kunjungan Presiden Jokowi ke Labuan Bajo, dengan agenda peresmian terminal multi fungsi.

Menurut Doni Parera, video itu ditujukan kepada Mafia tanah yang sedang diberantas oleh pemerintahan Jokowi, dan menurutnya juga merajalela beraksi di Labuan Bajo.

Dalam pandangan mereka, alas hak sertifikat lahan multifungsi, tidak benar, Karena ditandatangani oleh bukan fungsionaris adat yang sah.

Dalam video berdurasi 38 detik itu Doni Parera bersama tokoh Masyarakat adat Mbehal menyampaikan suatu pernyataan sikap bahwa masyarakat adat Mbehal tetap mempertahankan tanah leluhur mereka dari para mafia tanah yang ada di Labuan Bajo, dan akan mempertahankan sekuat kemampuan, walaupun dengan pertumpahan darah sekalipun.

BACA JUGA:  Pengusaha Jambu Mete Asal India Diduga Menipu Petani NTT

Menurutnya, video itu ditujukan kepada Mafia tanah. Namun, kemudian, ada yang memberikan komentar tidak proporsional, merugikan dirinya, karena berisi fitnah den mencemarkan nama baiknya.

Doni Parera didampingi Penasihat hukum Dr. Laurentius Ni, S.H., M.H. dan Hironimus Ardi, S.H. dari kantor Advokat & Konsultan Hukum “Dr. Laurentius Ni, S.H., M.H.” melaporkan semua yang telah memfitnah dirinya di media online, antara lain, saudara AA, dari Forum Pemuda Terlaing, RJ, YA, dari terlaing, ML dari Rareng, dan MA dari Lancang yang telah menyebutkan Doni Parera sebagai Provokator.

Hal ini dianggap Doni Parera sebagai pencemaran nama baik, yang saat ini bergerak di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Ilmu, dia merasa bahwa pernyataan di Vidoe tersebut tidak menyebutkan nama sesorang atau masyarakat adat tertentu dan hanya sebuah pernyataan sikap bahwa Masyarakat Adat Mbehal akan mempertahankan tanah leluhur kami sampai pertumpahan darah sekalipun dari para Mafia tanah yang merebut atau mengambil hak-hak kami.

BACA JUGA:  GESER JUMAT Berlangsung Di Kecamatan Nelle

Laporan Doni Parera ke Polres Manggarai Barat pada hari Sabtu tanggal 6 November 2021 dengan Nomor Laporan Polisi: LP / B / 182 / XI / 2021 / SPKT / Res Mabar / POLDA NTT. Isi Laporan di Polres Mabar adalah Pencemaran nama baik melalui media online.

Saya merasa dirugikan atas pemberitaan di bebarapa media, sehingga saya dan Penasihat Hukum saya melaporkan kasus ini ke Polres Mabar.

Sebagaimana dalam Pasal 310 KUHP dengan ancaman sembilan (9) bulan atau denda Rp. 4.500. Junto Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 58. Tambahan Lembaran Negara 4843, dalam Pasal 27 Ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2016. Tambahan Lembaran Negara Nomor 5952 dengan ancaman penjara enam (6) tahun atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000, ( satu milyard rupih).

BACA JUGA:  Upacara Pembukaan TMMD ke-104 Kodim 1612/Manggarai

Ini akan jadi pembelajaran bagi kita semua, agar lebih bijak dalam menilai satu peristiwa, memandang utuh sebuah persoalan, dan bila diperlukan, supaya bisa tanyakan kepada sumber berita kejelasan duduk soal, sebelum berikan komentar, sehingga kemudian tidak berbalik merugikan diri kita sendiri.