Gubernur VBL Gelar Rapat Kerja Dengan Para Camat dan Kades se-Kabupaten TTU

TTU, SorotNTT.Com-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Victor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengadakan rapat kerja bersama Camat, Kepala Desa dan Lurah se-Kabupaten TTU, 9 Agustus 2022.

Pada kesempatan tersebut Gubernur VBL menyampaikan “Kita patut bersyukur bahwa Tuhan masih memberikan kita kesempatan menjadi salah satu negara yang pertumbuhan ekonominya baik, dibawah Pemerintahan Bapak Presiden Joko Widodo, kita punya pertumbuhan masih di 5 % dan itu sangat baik dibanding dengan negara-negara lain, inflasi kita itu lebih baik 5% dibandingkan dengan negara-negara lain yang lebih baik diatas kita hanya China dan Jepang, yang lainnya itu kita lebih baik semua dan itu menunjukkan bahwa kita negara besar yang punya kekuatan ekonomi yang stabil, resilience economy kita termasuk baik”.

Selanjutnya Gubernur Viktor Menyampaikan,“Saya tentunya menaruh rasa convidence, bahwa kita harus berubah dan tidak ada pilihan lain lagi, kalau kita tidak berubah ya kita mati, karena dunia sudah menuju pada kondisi yang tidak baik pasca Covid-19 yang melanda dunia dan Perang Rusia Ukraina yang belum jugamemberi tanda-tanda akan berakhir yang menyebabkan banyak negara mengalami kegagalan karena alami krisis energi dan krisi pangan”,

“Kita perlu konsolidasi dalam rangka mempersiapkan diri, sehingga tahun depan itu kita mampu melakukan konsolidasi program-program kita secara sinergis, terarah, terpadu dalam kolaborasi kerja pemerintah yang baik, ini memang perintah Presiden jadi kalau ada yang bilang visi misinya tidak cocok, kau coret buang kau punya visi misi sudah. Ini bukan waktunya bicara visi misi, visi misi saat ini adalah garis perintah Presiden”, Jelas Gubernur

Lebih lanjut, Gubernur Viktor juga menyampaikan, “pada kesempatan yang baik ini, saya ingin baiknya ekonomi Indonesia itu harus juga ditopang oleh ekonominya Nusa Tenggara Timur, ekonomi Nusa Tenggara Timur harus juga ditopang oleh ekonomi dari Timor Tengah Utara, ekonomi Timor Tengah Utara harus juga ditopang oleh ekonomi desa, dan itu akan menjadi satu kesatuan gerak yang tidak akan bisa dipisahkan karena itu rapat kita hari ini adalah rapat yang sangat-sangat penting.

“Saya memberikan apresiasi terhadap ucapan terima kasih dari teman-teman kepala desa terhadap Presiden Joko Widodo yang telah memutuskan untuk mendorong agar terlaksananya perjanjian antara dua negara, negara Demokratik Timor Leste dengan Negara Republik Indonesia untuk membuat Free Trade Zone di Wini dan Oekusi, dan itu pasti Timor Tengah Utara akan luar biasa, itu akan menjadi salah satu kota terbesar disitu nanti”. Tambah Gubernur

Kalau kota besar itu sudah terealisasi, pertanyaanya begini, orang TTU hanya mau akan menjadi penonton saja di daerahnya sendiri, tanganga saja, namkak saja liat itu kemajuan atau dia mau berubah sudah supaya dia bisa menjadi pemain utama ? itu nanti kita lihat bagaimana program kita itu ditanggapi atau tidak.

“saya sudah minta lewat pak Bupati TTU, TTS, Belu, Malaka dan Kabupaten Kupang untuk seluruh Kepala Desa dengan Bupatinya kita buat grup yang sama bersama gubernur dan kepala dinas, jadi saya pantau tiap hari gerakannya macam apa”. Jelas Putera Semau tersebut

BACA JUGA:  Gubernur VBL: Bangun Wisara NTT, Wajib Tingkatkan Pendapatan UMKM

“ Kita ini satu tahun, negara bayar buat Nusa Tenggara Timur, bayar gaji, bayar proyek-proyek jalan dan proyek lainnya ± 42 triliun. Dana desa hampir 2,8 sampai 3 triliun, dana APBD Kab./Kota ditambah Provinsi ± 39 triliun termasuk transfer pusat ke daerah, namun mengapa dengan uang begitu besar tetapi tetapi kita tetap miskin ? berarti ada terjadi kebocoran atau kalau dia tidak bocor perencanaannya tidak pernah terkolaborasi dengan baik, jalan sendiri-sendiri “, Jelas VBL.

“Kalau jalan sendiri-sendiri itu, tidak akan jadi apa-apa, manusia yang kerja sendiri-sendiri itu, itu manusia yang paling bodoh didunia. Ciri khas pemimpin itu, dia kerja secara Kolaborate, kolaborasi bersama, kolaborasi itu bukan kerja bersama saja tetapi kolaborasi itu kerja bersama dengan orang yang mau dan pintar. Jadi kalau kerja dengan orang bodoh tidak bisa, nanti semua hancur”. Tambah Gubenur

Gubernur juga mengingatkan, “Miskin itu hasil penjumlahan dari bodoh ditambah dengan malas, itu hasilnya miskin. Jadi kalau ada orang yang bilang “ bapa kami miskin” nah itu kita sudah tahu, ini jenis manusia hasil penjumlahan itu. Karena itu kita tidak ingin seperti itu, jadi ingat baik-baik itu”.

“Kepala desa ingat baik-baik data yang benar penerima BLT, jangan orang yang masih kuat kerja, lari kencang dan segala macam tapi juga terima BLT, kecuali janda yang tidak bisa apa-apa lagi, tenaga sudah tidak ada lagi ya, itu bisa ! itu harus. Sekali data yang benar, jangan asal kasi-kasi saja. Penerima BLT itu sebaiknya kita rubah sistimnya di NTT, penerima BLT di komitment untuk kapan dia tidak terima lagi, itu harus dibatasi waktunya karena itu bersifat pemberian sementara bukan selama-lamanya. Kalau tidak buat seperti itu, nanti dia pikir ini aman-aman saja, kalau sudah begitu nanti dia berpikir “mending saya jadi miskin saja, kan negara tinggal kasi saya uang untuk saya makan” kalau sudah cara berpikir seperti itu, nanti kita semua jadi rusak”, Tambah Gubernur.

“Untuk itu didesa atau di kelurahan sampai ke kecamatan, itu dicek lagi, penerima BLT itu dia pakai beli apa-apa saja ? kita ini terus “buang-buang uang” tapi tidak jadi apa-apa, bantuan-bantuan banyak sekali itu belum termasuk dengan PKH, jadi banyak sekali uang yang terbuang di NTT ini. Tetapi tidak jadi apa-apa, kenapa? karena kita punya masyarakat selalu berlomba-lomba untuk menjadi miskin, jadi kita ini pemerintahnya sengsara, masyarakat berlomba-lomba miskin kita pemerintah berlomba-lomba kasi barenti mereka jadi orang miskin, bagaimana bisa ? ini dua hal yang sangat berbeda, kecuali mereka tidak mau lagi jadi orang miskin, maka caranya kita itu benar”.

BACA JUGA:  Gubernur VBL Dorong Peningkatan Pemberdayaan Masyarakat

“Oleh karena itu memang hal seperti ini perlu kita sikapi secara baik, membangun manusia itu yang utama. Uang itu kedua, mindset itu nomor satu, mengubah pola pikirnya itu yang paling utama”. sambung Gubernur VBL

“Karena itu saya minta program-program nanti kita sinergikan, program pengentasan kemiskinan dan stunting di desa itu harus juga selaras dengan kabupaten dengan provinsi, jadi yang terlibat harus orang miskin. Jadi yang penerima-penerima bantuan itu merekalah yang terutama mendapatkan program ini. Sampaikan kepada mereka kalau sampai program ini gagal (mengentaskan kemiskinan,red) maka kamu tidak boleh menerima PKH lagi, dan dia harus langsung dicoret dari daftar penerima PKH”. Tegas Gubernur Viktor.

Lebih lanjut, Gubernur VBL juga menegaskan “hal itu nanti kita rumuskan, saya akan sampaikan kepada Presiden dan juga kepada Menteri Sosial, karena itu sangat melemahkan perjuangan kita, disisi lain kita mau berjuang untuk mandiri, tetapi disisi lainnya dia tidak mau berubah untuk keluar dari kemiskinan”.

“Pekerjaan berat dari seorang gubernur, seorang bupati, seorang camat dan seorang kepala desa adalah mengubah orang-orang ini punya cara berpikir ”.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur VBL menegaskan “Saya mau sampaikan bahwa pulau flores mereka sekarang sudah mulai berubah, gerakan-gerakan perubahan sudah mulai nampak perubahannya, pulau sumba berubah, sumba barat daya yang dulunya menjadi pekerja-pekerja di Provinsi NTB, hari ini mereka menghasilkan jagung 50.000 Ha dan saat kapal sandar, jagungnya langsung di curah bukan di karung lagi, tetapi langsung dicurah ke kapal, kapal yang satu penuh dan langsung jalan, kapal yang baru datang lagi.

Dulunya mereka tidak punya seperti itu, itu namanya manusia-manusia yang mau berubah, Pulau Timor juga harus seperti itu, kita pasti bisa berubah kalau kepala desanya berubah, pastornya berubah, pendetanya berubah, dr. dikampungnya berubah, perawat-perawat dikampung berubah, camat berubah cara berpikirnya, bupati, kepala dinas-kepala dinasnya berubah cara berpikirnya, Polres, Dandim, Kajari berubah dan menjadi satu kesatuan gerakan, pasti Berubah. Tutup Gubernur Viktor

Pada kesempatan yang sama disampaikan Ucapan terima kasih dari Seluruh Camat dan Kepala Desa Se-Kabupaten TTU kepada Presiden RI Joko Widodo yang telah membuka dengan resmi pasar perbatasan atau perdagangan bebas (Free Trade Zone) didaerah Perbatasan Wini dan Napan.

Dalam Sanbutannya, Bupati TTU, Drs. Juandi David menyampaikan, “Kegiatan ini memiliki makna strategis dalam rangka membangun sinergitas antara Pemerintah Desa, Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, dalam rangka mewujudkan NTT bangkit menuju masyarakat sejahtera dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

“Hari ini kita juga perlu berbicara tentang penyamaan persebsi, tentang bagaimana cara yang tepat untuk mengatasi kemiskinan di Kabupaten TTU, mengatasi penurunan stanting dan bagaimana program TJPS di Kabupaten TTU, selain itu dalam kesempatan ini juga saya perlu menyampaikan beberapa hal yang merupakan kegiatan di Desa dan Kelurahan, yaitu pertama menyangkut pengelolaan dana desa, adapun progres penyaluran dana desa, realisasi dana desa pada tahun 2022 yang direalisasi penyaluran dana desa tahap-1 telah mencapai 100 % dan itu untuk 61 desa dan sudah selesai, sekarang dari 61 desa ini sudah masuk ke-2 dan mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama, anggaran desa tahap ke-2 bisa terlaksana dengan baik”. Jelas Bupati TTU

BACA JUGA:  Resmikan Penataan Kawasan Kota Kupang, Presiden: Pengunjung Makin Nyaman Datang ke NTT

Tentang penangan stunting, Bupati Juandi menjelaskan “dana desa yang digunakan untuk penanganan stunting dalam hal ini intervensi spesifik adalah sebesar Rp. 6.991.686.980,- dengan bentuk kegiatan antara lain: Pemberian Makanan Tambahan bagi balita, ibu hamil, ibu menyusui. Pemberian Multivitamin pada realisasi dana desa tahap1 terdapat 75,3 % desa yang sudah melakukan intervensi penanganan Stunting, sedangkan sisanya 24,7 % desa belum melaksanakan kegiatan intervensi penanganan stunting karena memang belum dianggarkan dalam tahap-1 dan sudah dianggarkan dalam tahap-2.

Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan pernyataan sikap dan Pengucapan Deklarasi dari Seluruh Kepala Desa Se-Kabupaten Timor Tengah Utara, yang diucapkan secara bersama-sama, “pada hari ini, selasa tanggal 9 Agustus 2022kami para Kepala Desa se-Kabupaten Timor Tengah Utara dengan ini menyampaikan, 1. Apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Bapak Ir. Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia yang berkenan menetapkan wilayah perbatasan Kabupaten Timor tengah Utara sebagai kawasan perdagangan bebas antara Negara Republik Indonesia dengan Negara Republik Demokrasi Timor Leste, ke-2. Terima kasih atas dibangunnya PLBN Wini dan Napan, kami menanti Kunjungan Bapak Ir. Joko Widodo untuk meresmikan PLBN Napan di Kabupaten Timor Tengah Utara, kami kepala Desa Se-Kabupaten Timor Tengah Utara masih menginginkan Bapak Joko Widodo untuk maju tiga periode, setuju ? Setuju !!!”.

Tampak hadir dalam rapat kerja tersebut, Bupati dan Wakil Bupati TTU, Ketua DPRD Kab. TTU, unsur Forkompimda, staf khusus dan Staf Ahli Gubernur Nusa Tenggara Timur, para Pimpinan OPD Provinsi NTT, Penjabat Sekretaris Daerah Kab. TTU beserta Para Asisten, para Pimpinan OPD Kabupaten TTU Para Camat, Desa dan Kelurahan diseluruh Kabupaten TTU.

Penyusun Sipers dan Foto : Jeri Nenohay
Video : Yozhy L. Hoely