Gubernur NTT Meninjau Lokasi Budidaya Holtikultura di Kelurahan Benpasi Kecamatan Kefamenanu, TTU

TTU, SorotNTT.Com-Gubernur NTT, Victor Bungtilu Laiskodat(VBL) bersama rombongan melakukan Peninjauan lokasi budidaya Hortikultura di Kelurahan Benpasi Kecamatan Kefamenanu, TTU, 9 Agustus 2022.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT, Lecky Koli, saat didaulat mewakili Gubernur NTT dalam menyampaikan sambutan saat meninjau lokasi budidaya Hortikultura oleh Poktan Nunuh Naek, di Kelurahan Benpasi Kecamatan Kefamenanu Kabupaten TTU, menyampaikan, “Pada kesempatan ini, kami juga meminta kepada Bupati agar kampung ini kita jadikan sebagai kampung Holtikultura, supaya nanti kita perkaya disini tidak hanya sayuran saja tetapi juga buah-buahan, baik nanti sayur umbi, sayur daun maupun sayur buah.

Itu perlu kita perkaya disini untuk bisa memenuhi kebutuhan kita. Bahkan sampai di Kabupaten Belu, Kabupaten TTS maupun sampai dengan Kabupaten Kupang dan Kota Kupang”.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT, Lecky Koli pertama-tama memberikan apresiasi kepada Kelompok tani holtikultura dan masyarakat setempat karena telah menyediakan makanan untuk orang kota, “semua kebutuhan vitamin dan mineral itu datangnya dari sini (tanaman holtikultura,red) yang juga telah memenuhi kebutuhan pasar setiap hari dan itu perlu kita jaga produksinya dan juga stabilitas ketersediaanya, untuk itu kita perlu melakukan ekspansi untuk tingkatkan luas tanam, agar nantinya bisa menciptakan stabilitas pasokan sehingga harga pasarnya dapat kita jaga, sehingga tidak menimbulkan inflasi”.

Melanjutkan arahannya, berkaitan dengan hal-hal tersebut terkait kebutuhan-kebutuhan yang disampaikan oleh kelompok tani dan masyarakat setempat, Kadis Lecky Koli menyampaikan “terkait Kebutuhan pengolahan dan modal usaha, tentu kita punya Bank NTT, itu ada namanya fasilitas kredit mikro, itu bisa sampai 10 atau 15 juta bahkan 50 juta juga bisa, itu nanti kita minta Bank NTT untuk dapat mendampingi bapak/ibu untuk sosialisasi cara dan persyaratannya, disitu kita akan lihat seperti apa kebutuhan modal yang dibutuhkan”.

BACA JUGA:  LBH Surya NTT Desak Polisi Tangkap Dan Tahan Pelaku Penganiayaan Berat Di Desa Nuataus Fatuleu Barat

Untuk kebutuhan pengolahan hasil, Kadis Pertanian juga menyampaikan instruksi langsung kepada Kepala Bidangnya yang juga hadir bersama dalam rombongan kunjungan kerja Gubernur NTT, “ nanti pak Kabid/Pak Nikson, sebentar coba langsung identifikasi apa yang mereka butuhkan sebenarnya, karena untuk pengolahan umbi-umbian, kripik, pisang macam-macam itu alatnya tidak sulit, kita hanya butuh perajam dan penggorengan.

kita pakai sistim vakum supaya nanti minyaknya dapat kita keluarkan sehingga kandungan kolesterolnya semakin rendah agar kualitas dan tingkat persaingan dipasarannya semakin baik.

Berkaitan dengan kebutuhan pengolahan lahan, kami ada traktor disini, untuk itu nanti kita cek dulu lahannya mau diolah seperti apa nanti mereka datang untuk bantu olah biar cepat, terkait permohonan pompa air nanti disurvey dulu lahannya dimana, luasnya berapa, butuh pompa berapa dan berapa ukurannya, nanti kita bantu tapi mesti kami cek dulu karena yang diminta ini belum tentu benar karena dalam pengalaman sebelumnya pernah minta sampai 20 unit tapi setelah di cek luas lahannya ternyata yang dibutuhkan sebenarnya hanya 1 unit saja.”. Jelas Lecky Koli.

“Terkait permohonan sumur bor, saya sudah memberikan masukan kepada pak ketua (Ketua DPRD, red), karena sumur bor itu hampir dibutuhkan setiap saat ketika kita melakukan kunjungan kerja ke masyarakat”. Jelas Kadis Pertanian saat menyampaikan arahan mewakili Gubernur NTT.

BACA JUGA:  Kodim 1612/Manggarai Berperang Melawan Narkoba

“Kalau kita mau buat proyek pengadaan sumur bor, itu anggarannya besar sekali sehingga kami sarankan untuk beli saja alat bornya, mesin bor itu tidak mahal hanya sekitar 30 sampai dengan 40 juta, sedangkan kalau kita bikin sumur itu, biayanya bisa 100 sampai 200 juta, jadi untuk penghematannya, beli saja alat bornya jadi kalau nanti bapak Bupati datang kelokasi di masyarakat dan ada kebutuhan begini alatnya datang, ahlinya datang cek titik airnya dimana dan besoknya airnya sudah jadi, itu lebih praktis dan irit dari sisi pembiayaannya.

Hal ini juga sudah kami sampaikan kepada bupati-bupati di Kabupaten lainnya, sehingga tidak perlu lagi menunggu dan menunggu terlalu lama, selama ini masyarakat menunggu dan menunggu ini sumur, tapi janji-janji pemerintah tidak pernah terpenuhi”. Demikian saran Kadis Pertanian

Dalam arahan tambahannya, Gubernur Viktor lebih menekankan pada tata kelola pasar, “Untuk pengelolaan pasar yang baik terkait pedagang-pedagang yang berjualan di pinggir jalan, perlu ditaruh orang yang keras disana “taruh orang yang keras untuk tertibkan baik itu POL PP maupun Pengelola Pasarnya, jangan keras untuk ambil barang, tapi keras untuk tertibkan, karena pasar itu seluruh “lemak” ada disana, segala macam permainan dan segala macamnya ada dipasar untuk itu perlu diatur yang baik, taruh orang yang baik yang jujur dan tegas, perlu ditertibkan pengelolaan pasarnya, pemerintah perlu keras kalau tidak nanti kita pergi mereka datang lagi”.

“Pengendalian pasar itu harus dilakukan supaya continuetas supply dari desa itu bisa berjalan dengan baik karena kepercayaan produksi terhadap pasar itu harus ada, mereka tidak tertib karena orang didalamnya juga tidak tertib, kalau orang yang pegang pasarnya tertib pasti mereka juga tertib”. Tutup Gubernur VBL

BACA JUGA:  Gubernur VBL Lakukan Kunjungan Kerja ke Kabupaten Ende

Dalam arahan Bupati TTU Drs. Juandi David menyampaikan, “terkait pengadaan sumur Bor, Sumur bor itu memang kelihatan tidak hanya dibutuhkan dikelampok tani disini saja tetapi juga dibutuhkan di kelompok tani lainnya yang berada diwilayah kabupaten TTU juga, jadi tadi sudah disarankan oleh Kpela Dinas Pertanian Provinsi bahwa kita Pemda, kita akan siapkan beberapa alat bor sehingga nanti kalau dibutuhkan, kita tinggal datang dan bor saja sehingga hari ini diminta, hari ini kita masuk (bor,red) paling lambat besok sudah ada airnya, kebetulan Ketua DPRD ada ada disamping saya, pasti mendukungnya”. Tutup Bupati”.

Selanjutnya Rombongan Gubernur NTT menuju Gedung Binmafo untuk melaksanakan Rapat Kerja Gubernur NTT bersama Camat dan Kepala Desa se-Kabupaten TTU

Penyusun Sipers dan Foto : Jeri Nenohay
Video : Yozhy L. Hoely