Hebat! 3 Desa Wisata Ini Wakili Indonesia di Ajang UNWTO Best Tourism Villages 2021

Daerah

Jakarta, SorotNTT.Com – Potensi desa wisata di Indonesia selalu membanggakan karena kekayaan alam, budaya, dan kental dengan kearifan lokal.

Desa wisata semakin menjanjikan dan diminati banyak wisatawan karena dinilai lebih personalize, customize, localize, dan smaller in size.

Bahkan beberapa dari desa wisata di Indonesia sudah menyabet predikat 50 desa wisata terbaik di Indonesia dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.

Tidak hanya itu, beberapa di antaranya ada desa-desa wisata yang terpilih untuk mewakili Indonesia dalam ajang UNWTO Best Tourism Villages 2021.

Yaitu Desa Wisata Nglanggeran, Gunung Kidul, DIY Yogyakarta; Desa Wisata Tetebatu, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat; dan Desa Wae Rebo, Manggarai, Nusa Tenggara Timur. 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada 3 desa yang berhasil mewakili Indonesia di ajang internasional itu.

“Mudah-mudahan ini menjadi langkah kita bersama dalam menjadikan desa wisata di Indonesia sebagai pariwisata berkelas dunia, berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu mendorong pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Sandiaga dalam siaran pers yang di Jakarta, Minggu (1/11/2021).

Lomba desa wisata bertaraf internasional ini tentunya memberikan kebanggaan tersendiri untuk bangsa Indonesia sekaligus mempromosikan pariwisata Indonesia di kancah global.

BACA JUGA:  Makam Tempat Peringatan Mangkatnya Sobe Sonbai III Ke 98 Kini di Police Line

Lantas, yuk, simak di mana saja 3 desa wisata yang siap bersaing mewakili Indonesia di ajang UNWTO Best Tourism Villages 2021 itu.

1. Desa Wisata Nglanggeran, Gunung Kidul, DIY Yogyakarta

Desa Nglanggeran terletak di Kecamatan Patuk, Gunung Kidul, DIY, tepatnya di kawasan Gunung Api Purba yang menjadi bagian dari Geopark Gunung Sewu.

Untuk menikmati kemegahan Gunung Api Purba, wisatawan bisa tracking dengan menaiki 100 anak tangga.

Setibanya di atas, pengunjung bisa melihat gunung api purba yang membentang luas dengan keunikan bongkahan-bongkahan batu.

Pengunjung bisa melihat pemandangan utuh geosite serta melihat keunikan Kampung Pitu, yaitu satu kampung yang hanya boleh diisi 7 keluarga.

Desa Wisata Nglanggeran juga memiliki batik tulis motif gunung Api Purba dan cokelat, batik jumputan, serta batik eco print yang memanfaatkan daun jati, papaya, singkong, dan kenikir.

2. Desa Wisata Tetebatu, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat 

Wisata alam di Desa Wisata Tetebatu menjadi magnet pemikat bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara untuk mengunjungi kawasan yang berada di lembah Gunung Rinjani ini. 

BACA JUGA:  Kapolres Manggarai Memberi Bantuan Sembako Kepada Janda Tua Yang Tinggal di Gubuk Reot

Selain indahnya hamparan sawah terasering, yang paling menggoda dari desa ini adalah dua air terjunnya, yakni air terjun Sarang Walet atau Bat Cave dan air terjun Kokok Duren. 

Kemudian, wisatawan juga bisa mengunjungi Hutan Monyet. Di sini pengunjung bisa melihat monyet hitam endemik asli Tetebatu.

Selain itu, pengunjung bisa mendapatkan pengalaman berwisata religi dengan melihat peninggalan bersejarah berupa Al-Qur’an kuno yang sudah berusia 200 tahun.

Al-Qur’an kuno ini, disimpan di sebuah rumah yang disebut bale kemaliq di Dusun Tete Batu Lingsar, Kecamatan Sikur.

3. Wae Rebo, Desa Satar Lenda, Kecamatan Satar Mese, Manggarai, Nusa Tenggara Timur

Desa Wae Rebo ini sering disebut sebagai surga di atas awan, karena letak desa yang berada di atas ketinggian 1.000 mdpl.  

Untuk bisa sampai ke tempat ini memang tidaklah mudah karena letaknya yang di atas gunung.

Pengunjung perlu tracking menyusuri jalan setapak, membelah hutan, hingga menyusuri sungai sejauh 6 kilometer.

Hal pertama yang menjadi perhatian wisatawan adalah tujuh rumah adat yang menjadi ikonik dari Wae Rebo, yakni Mbaru Niang, yang berbentuk kerucut.

BACA JUGA:  Pengerjaan Rabat di Desa Langgasai Libatkan Masyarakat

Selain itu, hamparan rumput hijau, yang dikelilingi pegunungan lengkap dengan kabut juga menjadi pesona desa, yang memberikan kesan magis tapi tenang.

Dengan eksotisme alam dan budaya Wae Rebo, tampaknya tidak heran jika desa ini mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai warisan budaya dunia pada Agustus 2012. 

Nah, itulah 3 desa wisata yang akan bersaing mewakili Indonesia di ajang UNWTO Best Tourism Villages 2021. Manakah yang menarik perhatianmu? (*)