Kasus Pihak TNI Polri dengan YSB di Sirimese akhirnya Berdamai.

Daerah

Labuan Bajo, SorotNTT.com, Penyelesaian Kasus dugaan penganiayaan terhadap Yoseph Sudirman Bagu (YSB) oleh aparat TNI 1612-08 Macang Pacar dan aparat Polri dari Polsek Kuwus serta antara YSB dengan Jempianus Jerau (Fendi) digelar hari Sabtu, 27/3, sekira pukul 20.00 WITA bertempat di Rumah Gendang Kampung Sirimese, Desa Golo Poleng, Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat, NTT berakhir dengan perdamaian.

Turut hadir dalam penyelesaian kasus tersebut antara lain, Camat Ndoso Fransiskus Tote, Kasi Trantib Rafael Manggar, Kades Golo Poleng, Pasi Intel Kodim 1612/Manggarai Lettu Falentinus Lanar, Danramil 1612-08/Macang Pacar Lettu Inf. Simon Halek, Dan Pos Babinsa 1612-08 Macang Pacar Serka Fabianus Gabi, bersama anggota Babinsa, Kapolsek Kuwus Ipda Matheos A.D. Siok, Ps. Kanit Intelkam Bripka Wahyudianto, Bripda Bily Morlan,
Yoseph Sudirman Bagu, Basilius Baso, Tokoh Agama Pastor Paroki Tentang Wilbrodus Andreas Bisa, OFM, Tokoh Adat Kampung Sirimese, Blasius Kase, Marselinus Ambang, Dominika Bandang,dan Tomas Jerubu.

Pasi Intel Kodim 1612/Manggarai Lettu Falentinus Lanar, dalam kesempatan itu menyampaikan rasa terima kasihnya atas pelaksanaan mediasi tersebut, Terutama Kepada semua pihak yang turut hadir di rumah Gendang yang berlangsung damai dan secara kekeluargaan.

Lettu Falentinus Lanar mengatakan bahwa seperti yang kita ketahui bersama bahwa ada permasalahan antara TNI-POLRI dengan Yoseph Sudirman Bagu, dan kami sudah bersepakat bahwa acara perdamaian dilaksanakan di Rumah Gendang Kampung Sirimese, malam ini.

Untuk itu, kita jangan melihat lagi siapa yang salah dan siapa yang benar, karena kami sudah melakukan beberapa pertemuan dengan Yoseph Sudirman Bagu. Ungkap Lettu Falentinus

begitu juga perdamaian antara Yoseph Sudirman Bagu dengan Saudara Jempianus Jerau (Fendi), dapat terselesaikan dengan damai. Ujarnya

Sementara itu Tua Adat Kampung Sirimese Blasius Kase mengatakan bahwa kehadiran dirinya selaku ketua adat untuk menyaksikan kesepakatan damai antara YSB dengan pihak TNI/Polri serta YSB dengan Jempianus Jerami.

Ia berharap semoga perdamaian ini membawa kita dalam suasana yang aman dan rasa kekeluargaan terus terjalin di Kampung ini.”ujar Blasius Kase”

Sebagai bentuk kesepakatan damai dalam acara tersebut, diwujudkan berupa Wunis Peheng kepada Saudara Yoseph Sudirman Bagu, dengan uang sebesar Rp. 25 juta, 1 ekor babi, 1 ekor ayam, 1 botol bir dan 1 bungkus rokok, yang diserahkan langsung oleh Kasi Intel Kodim Manggarai yang kepada Yoseph Sudirman Bagu.

Dalam kesempatan tersebut, Yoseph Sudirman Bagu juga menyampaikan rasa penyesalannya kepada Jempianus Jerau, dirinya merasa menyesal dan bersalah atas tindakan penganiyaannya kepada Fendi.

“Untuk itu saat ini, di rumah Gendang dan disaksikan oleh tua adat serta unsur pemerintah marilah kita sama-sama berdamai untuk menjalankan kehidupan bermasyarakat seperti biasa” tutur Yosep.

Pastor Paroki Tentang Wilbrodus Andreas Bisa, OFM, yang turut hadir dalam kesempat tersebut mengatakan bahwa kita bersama-sama sudah mendengar dan menyaksikan acara perdamaian ini, Itulah yang kita harapan bersama agar tidak ada lagi permusuhan diantara kita.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa sebentar lagi kita merayakan Paskah, maka dengan terjadinya kesepakatan damai ini, tentu kita bisa merayakannya dengan penuh suka cita dan aman,Tidak ada lagi saling curiga, saling benci dan saling bermusuhan, jelas Pastor Paroki Tentang

Kapolsek Kuwus, Ipda Matheos A.D. Siok, dalam sambutannya menyampaikan rasa terimakasih kepada semua pihak, baik itu dari pihak pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat yang telah membantu sehingga terselenggaranya kesepakatan damai yang berlangsung di rumah gendang.

Ia berharap setelah acara perdamaian ini, agar tidak ada lagi saling benci atau bermusuhan antara TNI-POLRI dengan masyarakat dan mengajak agar bersama sama menjaga Sitkamtibmas di wilayah kita masing-masing guna terciptanya kehidupan yang aman dan damai, Ungkap Ipda Matheos

Sementara itu, Danramil 1612-08 Macang Pacar, Lettu Inf. Simon Halek mengatakan, Syukur kepada Tuhan dan berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat yang dengan caranya masing-masing sehingga acara perdamaian di rumah Gendang ini sudah terlaksana dengan aman dan lancar.

Ia berharap agar pihaknya bersama masyarakat tetap saling bekerja sama seperti sebelum terjadi masalah.

Permasalahan antara Yoseph Sudirman Bagu (sebagai pelapor) dengan TNI-POLRI (sebagai terlapor) sesuai Laporan Polisi Nomor : LP/05/lI/2021/Sektor Kuwus tanggal 17 Februari 2021 tentang Penganiayaan, maka dari itu telah terjadi kesepakatan damai yang dituangkan dalam berita acara kesepakatan damai yang isinya antara lain :

“Pihak TNI-POLRI sebagai terlapor atas dugaan penganiaya terhadap Sdr. Yoseph Sudirman Bagu dikenakan denda adat (Wunis Peheng) uang sebesar Rp. 25.000.000 (Dua Puluh Lima Juta Rupiah) satu ekor babi, 1 ekor ayam, 1 botol bir dan 1 bungkus rokok).

Bahwa setelah terjadi kesepakatan damai, maka Yoseph Sudirman Bagu tidak akan melanjutkan laporannya ke proses hukum dan akan menarik laporannya terkait permasalahan penganiayaan yang menimpa dirinya pada hari Senin tanggal 29 Maret 2012 di Polres Manggarai Barat.

Bila mana masing-masing pihak mengingkari kesepakatan damai, maka masing-masing pihak siap diproses secara hukum yang berlaku.

“Permasalahan Yoseph Sudirman Bagu (sebagai terlapor) dengan Sdr. Jempianus Jerau (sebagai pelapor) sesuai Laporan Polisi Nomor : LP/04/lI/2021/Sektor Kuwus tanggal 16 Februari 2021 tentang Penganiayaan.

Bahwa akibat penganiayaan yang dilakukan oleh Yoseph Sudirman Bagu dan menimbulkan luka maka, Jempianus Jerau (Fendi) menuntut Wunis Peheng sebesar Rp 5 juta.

Wunis Peheng untuk Jempianus Jerau sebesar Rp 5 juta pembayarannya ditanggung oleh TNI-POLRI dan sudah dilaksanakan.

Selanjutnya Jempianus Jerau korban penganiayaan yang dilakukan oleh Yoseph Sudirman Bagu tidak akan melanjutkan ke proses hukum dan akan menarik laporannya yang sudah dilaporkan ke pihak Kepolisian pada hari Senin tanggal 31 Maret 2021 di Polres Manggarai Barat.

Acara perdamaian tersebut selesai pada pukul 00.30 wita dan situasi aman dan kondusif.

Pedi Paty