Masuk Kategori Prevalensi Stunting Tertinggi di NTT, Pemda Matim: Perbedaan Sumber Data

Img 20220309 wa0030 jpg
Img 20220309 wa0030
Masuk kategori prevalensi stunting tertinggi di ntt, pemda matim: perbedaan sumber data 179

Borong,Sorotntt.com – Topik dan bahasan mengenai stunting belakangan ini ramai diperbincangkan terutama setelah kegiatan Sosialisasi Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia (RAN PASTI) di Provinsi NTT, yang berlangsung di Hotel Aston Kupang pada Jumat, 4 Maret 2022 lalu.

Walaupun terus mengalami penurunan trend sejak tahun 2018, namun secara Nasional prevalensi stunting di NTT masih masuk dalam kategori tinggi yaitu sebesar 20.9% ditahun 2021 nttprov.go.id.

BACA JUGA:
Bupati Matim Keluarkan Surat Edaran Tentang Penggunan DD Tahun 2022

Berdasarkan siaran pers BKKBN, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo menyampaikan bahwa berdasar Studi Status Gizi Indonesia 2021, lima Kabupaten di NTT yang masuk dalam 10 besar daerah yang memiliki prevalensi stunting tertinggi di Indonesia yaitu: Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Alor, Sumba Barat dan Manggarai Timur.

BACA JUGA:
Resmikan Air Minum, Bupati Agas : Elsel Itu Rumah yang Selalu Dirindukan

Masuknya Manggarai Timur sebagai salah satu dari lima daerah dengan prevalensi stunting tertinggi di NTT dengan angka 42.9% menimbulkan diskusi dan perdebatan yang cukup ramai di media sosial. Angka ini seolah menggambarkan bahwa Pemda Matim tidak serius menangani masalah stunting.