Menang di PTUN Kupang dan PTTUN Surabaya, Yustin  Romas: Trimakasih Untuk Semuanya

Daerah

MANGGARAI, SorotNTT.Com- Perjuangan seorang Yustin Maria D Romas SPd.Ek., Untuk memperoleh keadilan atas kebijakan Pemerintah Provinsi Nusat Tenggara Timur(NTT) yang telah telah menonaktifkan dari Kepala Sekolah SMKN Wae Rii dengan cara-cara yang diduga melanggar aturan, telah membuahkan hasil.

“Kebenaran itu ternyata tidaklah jauh dan akan menemukan tempat yang tepat dan waktu yang tepat pula, ketika di perjuangkan dengan modal kejujuran, keberanian dan mengandalkan campur tangan Tuhan  yang Maha Kuasa”.

Demikianlah yang dirasakan oleh Kepala Sekolah nonaktif SMKN Wae Ri’i, Yus Maria D Romas SPd.Ek., yang kembali menang dalam sengketa banding dengan pihak tergugat Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Surabaya. Dalam putusan nomor Nomor : 207/B/2021/PT.TUN.SBY, PTTUN Surabaya memperkuat keputusan PTUN Kupang.

Perjalanan Yustin Romas dalam memperoleh keadilan tersebut cukuplah melelahkan, beliau begitu gigih dan tak kenal lelah menyuarakan kebenaran yang ia yakini itu akan terungkap.

Dikediamannya Sabtu 6 November 2021, media SorotNTT.com, menyaksikan Yustin Romas terlihat sangat gembira, atas putusan yang ia dapat saat ini.

BACA JUGA:  Pemerintah Bersepakat Menyediakan Dana Untuk Masyarakat Terdampar Covid-19

Kepenatan bertahun-tahun kini telah terobati dengan datangnya keadilan yang telah diberikan oleh orang-orang baik.,Semuanya karena Kuasa Tuhan pula, tutur Yustin.

Bagi Yustin Kebenaran itu di atas segala-galanya. Hanya satu andalan saya, yaitu Tuhan. Saya ucapkan limpah terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah menguatkan saya untuk tetap tegar menghadapi persoalan besar sampai pada detik kemenangan ini.

Perjuangannya saya murni bertujuan untuk menyelamatkan reputasi pendidikan di NTT. Pendidikan NTT harus diselamatkan dan tidak boleh dihancurkanoleh pihak yang tidak bertanggung jawab dengan sebuah kebijakan yang melawan undang-undang dan hukum yang berlaku.

“Saya tidak mau pendidikan dan jiwa pendidikan di NTT dilucuti oleh tindakan sewenang-wenang, kebijakan yang salah, demonstrasi anarkistis, dan pengaruh-pengaruh luar yang justru merusak tatanan dan tubuh indah pendidikan itu. Akan tetapi, pemimpin seharusnya jujur, tidak melawan hukum dan berkarakter sehingga bisa diteladani dan dicontoh oleh bawahannya,” tutur Yustin Romas.

Yustin membeberkan, keputusan PTUN Kupang dan PTTUN Surabaya adalah sebuah kemenangan dan mengangkat marwah pendidikan. Pengadilan kata Yustin telah menyelamatkan tubuh pendidikan di NTT.

BACA JUGA:  Upacara Penurunan Bendera Merah Putih Berjalan Lancar dan Khidmat

“Sebuah bentuk penghargaan setinggi-tingginya kepada Pengadilan Tata Usaha Negara dalam memperjuangkan hak dan martabat kaum pendidik baik ASN maupun swasta pada lingkup dunia pendidikan di NTT dan di Negara Indonesia tercinta ini,” kata Yustin Romas.

Adapun amar putusan banding dari PTTUN Surabaya adalah sebagai berikut:

Pertama, Menerima permohonan banding dari Tergugat / Pembanding ; Kedua, Menguatkan Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Kupang dengan Nomor. 11/G/2021/PTUN.KPG tanggal 12 Agustus 2021 yang dimohonkan banding ; Ketiga, Menghukum Tergugat / Pembanding untuk membayar biaya perkara dalam kedua tingkat pengadilan yang pada tingkat banding ditetapkan sebesar Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah)

Sebelumnya pada 12 Agustus 2021 Pengadilan Tata Usaha Negara Kupang mengeluarkan keputusan dengan Nomor: 11/G/2021/PTUN.KPG dengan amar putusan sebagai berikut;

1. Mengabulkan Gugatan Penggugat untuk seluruhnya;

2. Menyatakan batal Objek Sengketa berupa Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor: 816.2.1/220/BKD.3.1 tertanggal 14 Desember 2020 tentang Pemberhentian Kepala SMK Negeri I Wae Ri’i pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur;

BACA JUGA:  Renungan Minggu Paskah V

3. Mewajibkan kepada Tergugat untuk mencabut Objek Sengketa berupanKeputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor: 816.2.1/220/BKD.3.1 tertanggal 14 Desember 2020 tentang Pemberhentian Kepala SMK Negeri I Wae Ri’i pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur;

4. Mewajibkan kepada Tergugat untuk mengembalikan Penggugat pada jabatan dan kedudukan semula sebagai Kepala Sekolah SMK Negeri I Wae Ri’i atau jabatan dan kedudukan lain yang setingkat/setara sesuai ketentuan peraturan perundang-udangan yang berlaku;