Sejarah Perayaan Idul Fitri dari Zaman Nabi Muhammad Hingga Kini

0001 25071293509 20220501 112518 0000
0001 25071293509 20220501 112518 0000
Sejarah Perayaan Idul Fitri dari Zaman Nabi Muhammad Hingga Kini

Jakarta, Sorotntt. com – Perayaan Idul Fitri bagi umat Muslim nampaknya seperti hal wajib yang tidak boleh terlewatkan. Bermaaf-maafan, berbagi hadiah, hingga bersilaturahim ke sanak saudara dan kolega merupakan bagian dari perayaan tersebut. Namun tahukah kita bahwa sesungguhnya perayaan Idul Fitri yang kita kenal saat ini memiliki sejarah panjang yang menyertainya?

BACA JUGA:  6 Komodo Hasil Pengembangbiakan Taman Safari Bogor Dilepasliarkan di Wae Wuul Labuan Bajo

Imam Ibnu Katsir pernah menjabarkan bagaimana perayaan Idul Fitri terjadi di masa Rasulullah SAW. Dalam sebuah riwayat hadis shahih, Rasulullah pernah merayakan hari pertama raya Idul Fitri dalam kondisi letih. Beliau bahkan sampai bersandar pada Bilal bin Rabah dan menyampaikan khutbahnya.

Menyambut hari kemenangan dengan hal-hal positif memang sangat dianjurkan. Hal itu terbukti bagaimana antusiasnya Rasulullah SAW dalam menyambut Idul Fitri, namun tentu saja beliau tidak menanggalkan syariat agama atau berlebih-lebihan atas sesuatu.

BACA JUGA:  Hasil Liga Champions: Real Madrid Menang Dramatis atas Bayer Munchen

Jauh sebelum Islam datang, masyarakat jahiliyah Arab telah memiliki dua hari raya, yaitu hari raya Nairuz dan Mahrajan yang dirayakan dengan sambutan pesta pora yang tidak bermanfaat. Minum-minuman memabukkan, menari, adu ketangkasan termasuk salah satu ritual dalam perayaan kedua hari raya tersebut. Berdasarkan buku Ensiklopedi Islam, kedua hari raya tersebut sejatinya berasal dari zaman Persia Kuno. Di kemudian hari, Rasulullah SAW mengganti kedua perayaan masyarakat Arab itu dengan hari raya yang lebih baik, yakni hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.