Tinjau ke NTT, Menko PMK Terima Aduan Bantuan Tahap Dua Belum Cair

Kupang, SorotNTT.Com — Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meninjau hunian tetap (huntap) untuk korban bencana Badai Siklon Tropis Seroja di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu (23/3).

Sebanyak 173 huntap yang dibangun di Kelurahan Manulai II, Kec. Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Secara keseluruhan Pembangunan Hunian Tetap relokasi pasca bencana Badai Siklon Tropis seroja di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebanyak 1.922 unit yang tersebar di 6 Kabupaten/Kota, Pembangunan ini telah berproses cukup cepat dengan progres pembangunan mencapai 88,65 persen atau hampir 90 persen, ditargetkan akan rampung pada Mei 2022 mendatang. Menko PMK mengatakan, huntap tersebut disiapkan untuk korban yang rumahnya terdampak berat dan harus pindah.

“Bagi yang terdampak tapi tidak harus pindah (ringan dan sedang), tetap diberi stimulan berupa bantuan uang tunai untuk membangun kembali hunian,” jelas Muhadjir.

BACA JUGA:  Gubernur : Produksi Garam Industri adalah Bentuk Kedaulatan Rakyat

Dalam peninjauannya itu Menko PMK menyaksikan di dalam huntap tersebut sudah tersedia Infra Kawasan Pemukiman, seperti air bersih, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), jalan lingkungan dan sanitasi.

Menko PMK meminta Kementrian PUPR dan Pemerintah Kota Kupang segera menyiapkan huntap yang sudah selesai dan mengatur penyerahan huntap kepada warga korban bencana.

“Saya minta kalau sudah tidak ada masalah, segera diserah-terimakan (dari Kemen-PUPR) ke Pemkot agar segera diatur, sebelum nanti warga khawatir dan secara sepihak masuk ke rumah tidak beraturan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Menko PMK mengatakan, bagi korban terdampak berat yang belum mendapatkan rumah bahwa pembangunan tahap berikutnya akan segara dilakukan. Mengingat saat ini baru 173 korban yang mendapatkan huntap dari total 405 korban terdampak berat.

“Jumlahnya masih cukup besar, jadi saya minta warga untuk sabar, karena pemerintah pasti akan memperhatikan,” ungkap Menko PMK.

BACA JUGA:  Kapolsek Kuwus Bersama Masyarakat Giat Bhakti Gotong Royong Membersihkan Material Lonsor

Selain itu, Menko PMK akan segera berdiskusi dengan pemerintah setempat terkait bantuan dana tunggu tahap dua bagi warga terdampak berat yang belum cair.

“Kalau dana stimulan untuk korban yang tidak relokasi sudah turun semua. Tinggal dievaluasi dan dipastikan apakah korban berhak atau tidak, nanti di cek ulang, baru diserahkan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Menko PMK didampingi Wali Kota Kupang Jefirstson R. Riwu Kore, Direktur Jendral Cipta Karya Diana Kusumastuti, dan Kepala Satuan Tugas Pelaksana Penanggulangan Bencana Provinsi NTT dan NTB Widiarto.

Kepala Satuan Tugas Pelaksana Penanggulangan Bencana Provinsi NTT dan NTB Widiarto mengatakan, saat ini pembangunan huntap tersebut sudah berada di tahap finishing akhir dan selanjutnya akan diserahkan ke pemerintah kota setempat.

“Huntap ini menggunakan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA), luas tanahnya 9×12 meter dan konstruksi tanah sudah sesuai standar tahan gempa,” ungkap Widarto.

BACA JUGA:  Stefani Nadia, Penderita Leukimia Butuh Uluran Tangan Kasih Untuk Biaya Pengobatan

Sebelumnya dikabarkan, Badai Siklon Seroja menerjang Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur pada 5 April 2021 lalu yang mengakibatkan ratusan rumah penduduk rusak berat dan roboh.


Biro Hukum, Persidangan, Organisasi dan Komunikasi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.