Bupati Manggarai Meluncurkan Program TEKAD

Daerah

Ruteng, SorotNTT.Com-Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) yang menyasar 20 desa inti di 5 kecamatan di kabupaten Manggarai, di antaranya, kecamatan Cibal, Satar Mese, Satar Mese Barat, Satar Mese Utara dan kecamatan Ruteng, resmi diluncurkan kegiatannya oleh Bupati Manggarai Herybertus G.L Nabit, S.E., M.A. bertempat di hotel Revaya Ruteng, hari ini Kamis 16 September 2021.

Dalam arahannya Bupati Hery Nabit mengatakan, program TEKAD merupakan bentuk komitmen pemerintah pusat dalam merespon harapan pemerintah daerah, sekaligus tuntutan dan kebutuhan masyarakat.

Program TEKAD ini kata Bupati Hery juga memberdayakan masyarakat desa untuk dapat berkontribusi pada transformasi pedesaan, “kebetulan tema pembangunan kabupaten Manggarai adalah meningkatkan infrastruktur serta memajukan produktifitas,” ungkapnya.

Di sisi lain ujar Bupati Hery, program TEKAD juga mengembangkan strategis kesetaraan gender dan inklusi sosial untuk memastikan bahwa kelompok-kelompok yang selama ini terpinggirkan memperoleh manfaat dalam proses pembangunan. “Ada beberapa kelompok yang biasa tertinggal, diantaranya, pemuda, kaum perempuan, kaum difabel, orang dengan gangguan jiwa dan lanjut usia “Mudah-mudahan kelima kelompok ini, yang selama ini terpinggirkan di Manggarai, juga boleh mendapatkan manfaat dari program TEKAD ini,” ujarnya.

Selain itu Bupati Hery berharap kepada ketua tim koordinasi program TEKAD Kabupaten Manggarai, Kepala Bappelitbang Kabupaten Manggarai beserta tim, agar dapat bersinergi bukan saja dengan 10 perangkat daerah terkait tetapi juga dengan pengelola program TEKAD, agar dapat mensinkronkan semua program ini bukan hanya dengan RPJMD Kabupaten Manggarai tetapi juga dengan RPJMD Gubernur NTT dan rencana kerja Presiden Jokowidodo. “Kami berharap agar secara cepat dan tepat menyusun langkah-langkah strategis, sekaligus teknis yang dianggap perlu dalam rangka mengakselerasi inovasi program TEKAD pada 20 desa inti di 5 kecamatan,”  jelasnya.

BACA JUGA:  Laurentius Pertanyakan Dasar Keputusan Gubernur NTT Soal Tapal Batas

Sebagai pembina program, beliau juga menaruh harapan besar kepada segenap pihak-pihak yang terlibat dan terkait dalam pelaksanaan program TEKAD agar mampu menyatukan Visi dan mimpi untuk secara kolaboratif dan inovatif dilandasi komitmen yang kuat akan mampu menjadikan 20 desa inti sebagai modal bagi seratusan desa lainnya yang belum menjadi desa inti program TEKAD. “Apabila kita semua bisa menyatukan langkah, maka kami yakin bahwa kerangka membangun dari desa menuju desa maju, daerah kuat dalam rangka Indonesia tumbuh dan tangguh dapat diwujudkan melalui mimpi masyarakat Manggarai yang maju, adil dan berdaya saing,” tuturnya.

Sementara itu dalam laporannya PelaksanaTugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Manggarai, Frumensius LTK menjelaskan, maksud dan tujuan kegiatan start up program TEKAD, yakni memperkenalkan dan mensosialisasikan program transformasi ekonomi kampung atau desa terpadu di tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa.

Kemudian lanjut Plt Kadis PMD, membangun komitmen bersama antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, dan desa serta penandatanganan nota kesepakatan antara Bupati dan para kepala desa lokasi sasaran program TEKAD.

BACA JUGA:  Posko “Omnia in Caritate” bersama UNIKA St. Paulus Kampanye Bagi Masker

Kegiatan star up program TEKAD ini juga kata Plt Kadis PMD, merupakan tahapan awal dan moment adanya komitmen bersama antara pemerintah pusat dengan provinsi, kabupaten, dan desa untuk satu hati membangun masyarakat di wilayah timur Indonesia serta mengurangi kesenjangan sosial yang berdampak pada stabilitas dan pembangunan jangka panjang.

Selain itu Plt Kadis PMD juga menerangkan latar belakang dari program ini, yakni lahirnya undang-undang desa merupakan titik tolak lahirnya kembali desa baru. Di mana menempatkan desa sebagai garda terdepan dalam mewujudkan pemerataan pembangunan dan keadilan bagi seluruh masyarakat.

Bupati didampingi Sekda Manggarai, Foto bersama peserta Program TEKAD
Dijelaskan juga, 7 (tujuh) agenda pembangunan dalam RPJMN 2020-2024, ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas, mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan, serta meningkatkan SDM berkualitas dan berdaya saing, memperkuat infrastruktur untuk mendukung pembangunan ekonomi dan pelayanan dasar.

Dalam laporanya, Plt Kadis PMD juga merinci peserta yang ikut dalam kegiatan ini, sebanyak 60 orang, terdiri dari unsur kementerian Desa PDT dan Transmigrasi, Dinas PMD Provinsi NTT, pimpinan OPD Dinas teknis yang tergabung dalam platform tim koordinasi program TEKAD kabupaten Manggarai, provincial management consultant (PMC) program TEKAD, pimpinan BUMN/BUMD, pimpinan LSM, para camat lokasi sasaran program TEKAD kabupaten Manggarai serta fasilitator kabupaten dan kecamatan program TEKAD.

BACA JUGA:  NTT urutan ketiga se Indonesia program IGA

Sebagai nara sumber dalam kegiatan ini, antara lain: direktur pengembangan produk unggulan desa, daerah tertinggal dan transmigrasi yang diwakili oleh koordinator fasilitasi pengembangan produk unggul Kementerian Desa PTT, Srining Pratiwi, Kepala Dinas PMD Provinsi NTT yang diwakili Kabid PUEM Dinas PMD Provinsi NTT Hendrikus Nyadi dan Kepala Bappelitbang Kabupaten Manggarai Hilarius Jonta.

Kegiatan ini juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan antara Bupati Manggarai dengan kepala desa sasaran program TEKAD serta arahan penutup dari kepala dinas PMD kabupaten Manggarai.

Turut hadir dalam kegiatan yang tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat ini, diantaranya Sekretaris Daerah Drs.Jahang Fansi Aldus, Asisten Setda, Staf Ahli Bupati, para Camat serta para Kepala Desa yang masuk dalam lokasi sasaran program TEKAD.