Kevikepan Ruteng Mengadakan Pertemuan Monitoring Tahap II

Daerah Flores

Ruteng, SorotNTT.com – Sebagai implementasi Program Sinode III tahun 2019, sebanyak 26 paroki dikevikepan Ruteng mengadakan kegiatan untuk mempresentasikan karya diakonia yang telah dilaksanakan,bertempat di Aula Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong, Kamis (22/8/2019).

Dalam pelaksanaannya kegiatan ini dibagi kedalam 4 sesi, dengan berbagai jadwal yang telah disiapkan panitia dengan materi pembahasan yang berbeda. 

Pada umumnya di 26 paroki yang ada di wilayah kevikepan Ruteng, telah menjalankan kegiatan-kegiatan diakonia, yang sudah berlangsung lama dan terkadang bersifat rutin.  

Jenis pelayanan  diakonia seperti: diakonia karitatif, pelayanan yang dilaksanakan adalah  membantu sembako kepada para korban bencana alam di Manggarai Barat, mengunjungi orang sakit, memberi uang duka kepada keluarga yang mengalami kedukaan, membangun rumah orang miskin, membantu kursi roda kepada para penyandang cacat dan memberi bantuan beras kepada umat yang membutuhkan. 

Sedangkan diakonia transformatif di masing masing paroki, dibuat dalam bentuk pelatihan bisnis pertanian organik, pelatihan tentang diakonia kepada orang muda katolik, pelatihan tentang melek keuangan, memperkenalkan pertanian organik kepada anak-anak Sekami, pelatihan tentang cara mendata para penyandang cacat, kunjungan belajar antar petani dan mempromosikan kebun gizi di setiap rumah tangga.

Hadir sebagai pemateri, Romo Martin Chen, Pr., Direktur Pusat Pastoral Keuskupan menyampaikan, pada tahun ini paroki-paroki sangat serius dan sungguh-sungguh menjalankan program diakonia dan hasilnya sangat dirasakan oleh umat di Kelompok Basis Gerejawi. 

“Ini merupakan buah dari keterlibatan aktif Dewan Pastoral, Komisi PSE, Karitas dan umat dalam mengimplementasikan program diakonia. Sehingga ke depan, pola ini harus terus diperkuat dengan pelatihan-pelatihan peningkatan, baik bagi para imam maupun awam dalam bidang manajemen, organisasi dan community development,” tegas Romo Martin.

Dia juga menambahkan bahwa pendekatan yang dilakukan oleh paroki- paroki dalam berdiakonia sangat inovatif.

Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong dalam presentasinya, yang disampaikan oleh Richard Urut, Ketua Komis PSE memperkenalkan inovasi dalam pengembangan pertanian organik, yaitu  pemanfaatan arang sekam sebagai media yang dapat meningkatkan produktivitas tanah. 

Selain itu dia juga menegaskan bahwa dalam pelatihan pertanian organik petani diberi pemahaman tentang melek keuangan, sehingga mereka bisa mengetahui dengan jelas arus kas dari usaha pertanian setiap tahun. 

Pada akhir kegiatan monitoring ini, Romo Gerardus Janur, Pr., yang juga sebagai pemateri menegaskan , agar pola pelibatan stakeholder, seperti pemerintah, tokoh umat dan lembaga-lembaga non pemerintah dalam kegiatan diakonia tetap dipertahankan.

Cara ini tentu akan memberi dampak terhadap perubahan sosial ekonomi orang manggarai. “Untuk itu maka data dan dokumentasi sangat penting guna memudahkan kita dalam menilai perubahan pada setiap kegiatan monitoring,” tegas Romo Gerardus.

Laporan : Tim