Kursi dan Tongkat Cinta Yayasan Puspita Bangun Bangsa Persembahan Untuk Pater Waser

IMG 20230422 WA0246 1 jpg

SOROTNTT.COM-Nama Pater Ernst Waser SVD asal Swiss yang biasa disapa Pater Waser, tak akan terlupakan oleh masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di Manggarai.

Karya Misionarisnya telah menyentuh berbagai pelosok tanah Nuca Lale ini, baik di bidang Pendidikan maupun pembangun jalan raya serta berbagai kegiatan lainya. 

Beliau berkarya sejak tahun 1977 dan hingga saat ini sudah berusia 96 tahun, Pater Waser ingin menghabiskan masa tuanya di Manggarai karena kecintaan dan kesetiaannya yang begitu besar.

BACA JUGA:  Kapolda NTT Tegas Minta Pemda Sabu Raijua Tidak Memberi Uzin Alih Fungsi Lahan Pertanian

Sampai saat ini tidak ada sedikitpun niatnya untuk meninggalkan Indonesia dan kembali ke negara asalnya di Swiss.

Sekarang ini kondisinya tidak berdaya, ia terbaring lemah di tempat tidur, hanya mengandalkan bantuan dari anak-anak angkatnya untuk melayani segala kebutuhan setiap hari.

Suaranya terdengar lemah, namun sesekali ia menyampaikan ide yang ingin dijalankan,.Yah pater Waser sekarang lemah dari segi fisiknya, tapi pikiranya masih berilian.

BACA JUGA:  Yayasan Puspita Bangun Bangsa Menyumbang Bibit Pohon Untuk Penghijauan di Paroki Ponggeok

Tergerak oleh informasi kondisi Pater Waser yang tidak bisa berjalan lagi, maka pihak Yayasan Puspita Bangun Bangsa langsung berkunjung ke Wangkung, Kecamatan Ruteng, Untuk menyerahkan kursi roda dan tongkat.