Daerah

Miris! Agar Laporan Diproses Polisi, Warga di Labuan Bajo Besujud di Kaki Polisi dan Gelar Ritus Adat

Img 20230907 wa0050

Labuan Bajo, Sorotntt.com, – Keluarga ahli waris dari Alm. Ibrahim Hanta bersujud memohon di kaki Wakpolres Manggarai Barat, dan melakukan ritus adat sebelum menggelar aksi demontrasi di Polres Manggarai Barat, pada Kamis (7/9/2023) pagi.

Aksi demonstrasi ini menyita perhartian  banyak pihak, sebab tepat di pintu masuk halaman Polres, tetua adat dengan pakaian lengkap melantunkan, doa dan ungkapan syair penuh makna.

Doa dan syair tersebut, berisi memohon dukungan dari sang pencipta dan leluhur agar Polisi di Polres Manggarai Barat dapat menegakan hukum yang adil, atas kasus yang dialami.

Sujud dan ritus adat yang dilakukan ini, bukan tanpa sebab. Itu dimulai sejak, laporan kasus pemalsuan tanda tangan dan penipuan yang dilakukan oleh Nikolaus Naput melalui kuasa hukumnya Yohanes B Selatan pada tahun 2022 lalu hingga saat ini tak kunjung diproses oleh pihak penyidik Polres Manggarai Barat.

Florianus Surion Adu mengatakan pihak keluarga Alm. Ibrahim Hanta datang ke Polres Manggarai Barat sebagai bentuk dukungan agar masalah tersebut bisa diselesaikan.

BACA JUGA:  Kampung Nelayan Desa Wisata Papagarang, Serambi Labuan Bajo

“Bagaimana mungkin orang yang telah meninggal dunia sejak 1986, tanda tangannya ada disurat alas hak di tahun 2019?. ini sangat aneh, makanya kami datang kesini untuk mendukung Polres Manggarai Barat agar mengusut kasus sampai tuntas,” jelas Feri Adu.

Ia menambahkan pihaknya tidak bermaksud mengintervensi pihak kepolisian, namun meminta agar dalam menyelesaikan kasus ini tidak boleh ada intervensi dari pihak manapun, karena dalam kasus tersebut sudah nyata-nyata ada pelanggaran hukum.

Dijelaskannya bahwa ayam putih dalam ritus tersebut sebagai ketulusan hati mereka, untuk menyerahkan perkara sepenuhnya kepada pihak Polres agar mampu diselesaikan dengan baik.

“Ini merupakan ketulusan kami sehingga penanganan yang dilakukan oleh Polres Manggarai Barat benar-benar melindungi hak-hak rakyat,” tegasnya.

Ia berharap, agar secepatnya Polres Mabar menetapkan tersangka kepada oknum yang memalsukan tanda tangan almarhum.

Senada dengan Feri Adu, Stefanus Herson selaku penggarap lahan milik Suwandi Ibrahim (anak Alm. Ibrahim Hanta) mengecap pihak Polres karena dianggap lalai menyelesaikan kasus pemalsuan tersebut.

BACA JUGA:  OMK Paroki Roh Kudus Labuan Sabet Juara II Lomba Paduan Suara Jelang Natal di Zasgomart

Ia menuntut agar pihak kepolisian segera menetapkan tersangka. Sebab jika pihak Kepolisiam tidak segara menangani kasus ini, maka proses cara rakyat akan dijalankan. Namun demikian dirinya tidak mengharapkan hal itu, sebab ia masih menaruh harapan penuh pada pihak kepolisian.

“Polisi diberi kewenangan oleh negara untuk memproses dan menjalankan penegakkan hukum. Jika hukum tidak ditegakkan dengan adil maka rakyat bertindak sendiri dan justru itu akan membuat kegaduhan,” pinta Herson.

Ia mendukung penuh pihak kepolisian agar segala tekanan baik dari pihak desa, camat, bupati, maupun gubernur maupun kapolda tidak boleh terjadi.

“Pemberantasan mafia tanah harus dilaksanakan. Kami minta tolong bapak menteri, polda, polres, kembalikan hak kami, tanah itu adalah sumber hidup kami, sumber nyawa kami,” tuturnya.

Secara tegas ia menyampaikan
bila pihak yang mengklaim tanah itu secara sepihak, itu merupakan tindakan kejahatan.

BACA JUGA:  Integritas dari Presiden RI Bapak Joko Widodo Sangat Pro kepada Rakyat Kecil

“Jangan main-main dengan penegakan hukum, jangan ada intervensi hukum, kami tidak akan keluar dari lokasi sengketa sebelum tanah itu diserahkan kembali ke pemilik aslinya,” harapnya.

Kapolres Manggarai Barat AKPB Ari Satmoko menerangkan bahwa aspirasi itu merupakan hak setiap orang, yang penting dilakukan dengan tertib dan tidak menganggu ketertiban umum.

Terkait perkara yang dituntut, proses penanganan kasus tersebut masih berjalan. Sampai saat ini, sebanyak 16 saksi yang telah diperiksa.

“Upaya kita untuk membuat terang peristiwa ini, apakah ini merupakan tindak pidana atau bukan, ini masih berjalan. Harapannya kita segera bisa memastikan, tetapi tentu saja yang bisa kami pastikan adalah semuanya berjalan objektif, faktual sesuai dengan temuan fakta-fakta di lapangan,” katanya.

Satmoko juga membantah keterlibatan Polres Manggarai Barat dengan para mafia tanah.

Terkait lambannya penanganan kasus ini, menurutnya bahwa banyak hal yang mesti dikaji dalam penanganan kasus dugaan tindak pidana.