Pengerjaan Jalan Jalur Ndilek- Teber Tetap Dilanjutkan Ini Syaratnya

Daerah

Borong, sorotNTT.Com-Tarik ulur soal pengerjaan ruas jalan Ndilek Teber di Kecamatan Rana mese akhirnya mendapat titik terang setelah Bupati Agas Andreas turun langsung ke lokasi dan berdiskusi dengan pihak-pihak terkait, secara khusus dengan pihak KSDA (Taman Wisata Allam Rana mese) dan masyarakat.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya bahwa pihak KSDA ( TWA Rana Mese) dikabarkan menghentikan proyek peningkatan jalan Ndilek Teber di Kecamatan Rana Mese, karena ada beberapa segmen yang melintasi kawasan hutan. Larangan ini kemudian memicu berbagai reaksi dari banyak pihak, terutama masyarakat yang akan menerima manfaat dari jalan tersebut. Pihak kontraktorpun mengaku bingung karena pekerjaannya terhambat, sementara limit waktu pengerjaanpun semakin pendek.

Dalam minggu kemarin ungkap Leonardus (33) salah seorang warga masyarakat beberapa gendang sempat berencana mendatangi kantor KSDA TWA di Ruteng, namun untungnya pihak KSDA pro aktif dan mereka yang mendatangi gendang kami.

‘Kami beberapa kampung ini sudah siap datang ke KSDA TWA Ruteng Pak, untungnya mereka (TWA) datang lebih dahulu ke sini, ungkap Leonardus.

Bupati Agas Langsung Ke Lokasi

Bupati Manggarai Timur, langsung mendatangi lokasi Rabu, 15 September 2021. Langkah cepat ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di lapangan dan yang paling penting pembangunan fasilitas publik tidak terganggu.

Bupati Ande, tiba di lokasi pertigaan Teber, sekitar pukul 11.25 Menit, bersama Kepala PUPR, Kadis Pariwisata, Kasat POlPP, Kadis KOMINFO, yang langsung di sambut oleh Pihak TWA, Masyarakat, Kontraktor, anggota DPRD Rikard Runggat, dan Kabag Prokopim Matim Jefrin Haryanto, yang sudah datang terlebih dahulu ke lokasi.

Dalam kesempatan tersebut akhirnya disepakati bahwa pembangunan pada bagian yang tidak bersinggungan dengan kawasan hutan tetap dilaksankan dan bagian-bagian lain yang masih membutuhkan ijinan segera diproses, dan dijamin tidak akan memakan waktu dan prosedur yang panjang.

” Jadi kita dengar semua yah… Pembangunan tetap dilaksanakan, dengan bebeberapa catatan tersebut, dan kita dibantu supaya pengurusannya tidak bertele-tele, tegas Bupati Agas, yang disambut tepuk tangan warga.

Pada kesempatan itu, pihak KSDA juga berkesempatan menjelaskan dasar-dasar penerapan aturannya, bagaimana solusinya dan juga mengajukan beberapa inisiatif agar Pemkab mengajukan sekaligus PKS untuk pembangunan yang mungkin akan berada atau bersinggungan dengan Hutan dibawah kendali KSDA.

“Prinsipnya Pak, kita sama-sama mendukung segala bentuk pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat. Bagus sekali kesempatan ini, sehingga kita bisa berdiskusi dan menyamakan presepsi supaya kita memahami hak dan kewajiban masing-masing pihak. Kami juga mengusulkan kepada Pemkab Matim, agar rencana-rencana pembangunan fasilitas publik dan masuk dalam peta kawasan bisa diusulkan sekaligus dalam satu PKS permohonan ijinannya, supaya tidak perlu satu persatu dan akhirnya proses pembangunan bisa terhambat. Prosesnya cepat ko Pak, “jelas pihak KSDA pada kesempatan tersebut.

Bupati Agas kepada media menjelaskan, bahwa tidak ada hal yang tidak ada jalan keluarnya. Prinsipnya komunikasi.

” Ini hanya soal komunikasi dan presepsi saja. Jadi kalau komunikasinya jalan dan kita paham kedudukan masing-masing pasti ada jalan keluar. Kita dengan KSDA kan sama-sama Pemerintah, dan pasti tujuannya sama, mensejahterakan masyarakat. Jadi tidak ada statement mereka menghalangi pembangunan. Itu salah, yang benar adalah kita melaksanakan pembangunan dengan prinsip dan aturan yang benar. Saya berterima kasih kepada pihak KSDA yang juga sangat pro aktif berdiskusi dengan saya terkait hal ini, sehingga kita bisa segera menyelesaikan masalah ini, dan proyek tetap segera dilanjutkan, Lonto Leok itu penting sekali kita lakukan sebagai laku budaya orang Manggarai dan menyelesaikan masalah, papar Bupati asal Lambaleda ini.

Masyarakat yang ditemui media mengaku legah mendengar informasi ini. Ibu Theresia yang saban hari merasakan beratnya harus berjalan kaki berkilo-kilo, mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati.

“Om senang keta lami woko ho o main bapa Bupati ga. Ai denge dami pisa minggu hoo, batal panden salang dami ho wan… Delek keta woko gelang main ema bupati ( kami senang karena Bapa Bupati datang untuk menyelesaikan masalah ini. Karena kami dengar pembangunan ini dibatalkan karena ada persoalan. Syukur Bapa Bupati sudah datang langsung ke sini), “Ungkap Ibu Theresia yang baru saja menghantar anaknya ke Bea laing untuk masuk asrama.

Pertemuan singkat siang itu melegahkan semua pihak, dan masyarakat Teber, Pinis dan sekitarnya tentu bisa segera menikmati jalan yang baik. Selanjutnya rombongan Bupati dan pihak KSDA beranjak ke kantor TWA Rana Mese untuk melanjutkan diskusi terkait ijin pengelolahan TWA Rana Mese oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur.