Resmikan Air Minum, Bupati Agas : Elsel Itu Rumah yang Selalu Dirindukan

Borong, SorotNTT.Com– Kerinduan untuk menikmati air minum bersih dengan sambungan langsung rumah, seperti oase di tengah padang pasir, bagi masyarakat Wukir dan sekitarnya.

Pelan tapi pasti, geliat pembangunan di wilayah itu satu-satu dituntaskan. Kali ini kebutuhan dasar air bersih telah tersedia.

Peresmian fasilitas air minum bersih yang berlangsung di Wukir Ibukota Elar Selatan, pada Selasa, 22 Pebruari 2022. Peresmian itu setidaknya menjawab atas kerinduan itu.

Berkali-kali Bupati Andreas Agas dan Wakil Bupati Stefanus Jaghur menyambangi wilayah itu hanya ingin memastikan bahwa perhatian Pemerintah Manggarai Timur, di bawah kepemimpinan ASET itu, sampai di wilayah terjauh dari pusat ibukota Kabupaten.

Elar Selatan itu, sebagaimana sering diucapkan Bupati Agas dalam banyak kesempatan, adalah rumah yang selalu dirindukan.

“Elar Selatan ini rumah yang selalu membuat kami ingin pulang. Keramahan dan kebersahajaan masyarakatnya, membuat rindu untuk selalu bisa datang kembali. Jangan ragukan komitmen saya dengan Pa Stef untuk Elar Selatan,” ungkap Bupati murah tawa ini.

BACA JUGA:  Meski sudah Disampaikan ke Gubernur NTT, Hingga Kini Belum Teralir Listrik

Pada kesempatan itu, Bupati Agas mendaraskan puji syukurnya karena Sistem Penyedian Air Minum di Elar Selatan selesai dilaksanakan dan hasilnya sungguh memuaskan.

“Puji Tuhan program Sistem Penyediaan Air Minum di Elar Selatan sudah selesai dikerjakan dan warga sudah memanfaatkannya beberapa bulan terakhir ini. Sejauh ini masyarakat sebagai penerima manfaat sangat puas dengan proyek ini, “ujarnya.

Dalam arahannya, ia mengingatkan, bahwa menyediakan air minum bersih itu adalah cara kita memuliakan perempuan. Perempuan adalah kelompok yang paling terdampak jika ketiadaan air bersih. Karena mereka adalah pengguna, pengelolah dan penangungjawab kebutuhan terkait dengan air. Menyiapkan air sampai di rumah adalah cara kita meringankan beban mama-mama.

” Maka terminologi perempuan sebagai tiang keluarga dan air minum sebagai sumber kehidupan adalah masuk akal, ” tandas Bupati Andreas yang disambut tepuk tangan warga yang hadir.

BACA JUGA:  Persebata Kontrak Maman Surayaman Jadi Konsultan Teknis

Tugas berat ke depan, sambung dia adalah bagaimana menjaganya. Baik menjaga fasilitasnya, maupun menjaga sumber airnya.

“Mata air itu diciptakan Tuhan dan dijaga oleh leluhur, maka bersalahlah kita jika tidak ikut menjaganya,” tegasnya.

Dalam kesempatan yamg sama, Kepala Dinas PUPR Matim, Yos Marto, menjelaskan, proyek pembangunan SPAM jaringan perpipaan yang diresmikan itu menghabiskan biaya sebesar Rp 6.856.542.000 bersumber
dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2021. Proyek itu dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT. CV. Sarana Teknik.

Sebagaimana disaksikan Media, acara peresmian pemanfaatan air minum bagi warga masyarakat itu, diawali dengan misa syukur di Gereja Paroki Wukir yang dipimpin oleh Romo Vikep, RD. Simon Nama dan Pastor Paroki Wukir RD Stanislaus Pamput. Setelahnya diikuti dengan penandatangan prasasti dan pembukaaa keran air oleh Bupati Agas, di rumah salah satu warga.

BACA JUGA:  OSIS SMA Negeri 2 Macang Pacar Gelar Baksos di Pasar Noa

Terlihat, hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas PUPR Matim, Yos Marto, Ketua DPRD Matim, Yeremias Dupa dan Wakil Ketua DPRD, Bernadus Nuel, Ketua TP-PKK Matim, Ny. Theresia Wisang Agas, Kabag Prokopim Jefrin Haryanto, Kepala Bidang Cipta Karya, Ivan Mbula, dan Camat Elar Selatan, Kanisius Satal.