DaerahRohani

Sekami Keuskupan Ruteng Mengikuti Jambore Tingkat Nasional

Img 20230703 wa0058 1

SOROTNTT.Com-Keuskupan Ruteng, Mengutus 25 orang peserta untuk mengikuti Jambore Nasional Tahun 2023, Bertempat di Seminari Mertoyudo Keuskupan Agung Semarang, Jawa Tengah, Dan berlangsung dari tanggal 04-07 Juli 2023.

Rincian peserta utusan dari Keuskupan Ruteng dengan total 25  orang tersebut terdiri dari: Peserta Anak dan remaja 20 orang, Pendamping Awam 3 orang, Pendamping Rohani 1 orang, Dirdios KKI 1 orang.

Kepada media ini Selasa 04 Juli 2023 pendamping anak Sekami Fhesty Maria menyampaikan, “Jambore Nasional Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner Indonesia (Jamnas Sekami) diselenggarakan dalam konteks perayaan 180 tahun Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner. 

BACA JUGA:  Pemprov Sumsel Siap Dukung Penyelenggaraan PON XXII Nusa Tenggara Tahun 2028
Img 20230703 wa00599010636563649350062
Tim Sekami Keuskupan Ruteng

Disinilah anak-anak dan remaja misioner mencecap kembali cita rasa spiritualitas misioner yang dilahirkan oleh Mgr. Charles Auguste Marie de Forbin Janson, 180 tahun yang lalu itu, tetap memberi daya bagi hidup saat ini, Tutur Fhesty.

Lanjut Fhesty, Tujuan lain dari penyelenggaraan Jamnas Sekami adalah meningkatkan wawasan remaja dan pendamping bahwa hakikat Gereja  ialah diutus untuk mewartakan sukacita Injil. 

BACA JUGA:  Sidang Kasus Pembangunan Landscape Kantor Bupati TTS, Pokja 'Sebagai Saksi'

Selain itu kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan rasa bangga dan bahagia pada diri remaja dan pendamping yang hidup dalam kebinekaan juga semakin berkobarnya semangat Misioner pada diri remaja dan pendamping sehingga semakin bersahabat dan terlibat untuk menjadi berkat

Tema dalam kegiatan Jamnas ini adalah Berbagi Sukacita Injil dalam Kebhinekaan: Bersahabat, Terlibat dan menjadi berkat.

BACA JUGA:  Gubernur VBL: Kita Harus Lakukan Antisipasi Untuk Capai Target Modal Inti Bank NTT Tahun 2024

Dari tema ini sudah jelas bahwa kegiatan Jamnas yang dilaksanakan tahun ini bisa menjadi contoh jelas dari kebhinekaan yang dihidupi di Indonesia. 

Anak-anak berjumpa dengan teman-teman misionernya dari seluruh Nusantara. Bersama mereka saling belajar menerima, menghargai dan mencintai setiap perbedaan yang ada, Tutup Fhesty.