Aggota DPRD Matim Adukan Petugas Medis Puskesmas Borong ke Polres Matim

Daerah

BORONG, SorotNTT.Com– Salah seorang petugas medis Puskesmas Borong di Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Krustin Carvalo, diadukan ke aparat penyidik Polres Manggarai Timur, Rabu (11/11/2020).

Mengutip Floresmerdeka.Com, Kristin diadukan ke aparat penegak hukum lantaran  diduga telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan terhadap anggota DPRD Manggarai Timur, Sales Medi.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI) dihina dengan ungkapan , “Baru Jadi Dewan Satu Hari Sombong!”

Anggota DPRD Matim, Sales Medi, menyampaikan hal itu kepada Floresmerdeka.com, Rabu (11/11/2020) siang.

Menurutnya, laporan telah dituangkan dalam Laporan Polisi No. LP/56/XI/2020/NTT/RES Manggarai Timur.

Disebutkan Kristin Carvalo menyatakan, Baru Jadi Dewan Satu Hari Sombong, saat  Sales Medi bersama keluarganya mengurus, Matius Mundur, salah seorang anggota keluarga dirawat di puskesmas itu  beberapa hari lalu akibat kecelakaan lalulintas.

Untuk diketahui, Jumat (6/11/2020) pukul 13.00 Wita, Sales Medi bersama  anggota keluarga menghantar Bapak Matius Mundur ke UGD Puskesmas Borong guna mendapat  perawatan medis akibat kecelakaan lalulintas.

Matius Mundur  menderita luka cukup serius pada wajah dan beberapa bagian tubuh lainnya. Setibanya di UGD, petugas medis Puskesmas Borong menangani pasien tersebut.

Namun dari hasil penanganan awal, petugas  medis putuskan, Matius Mundur, harus rawat inap. Karena itu sekitar pukul 24.30 Wita, Matius Mundur pindah ke ruang rawat inap di puskesmas itu. Keluarga bergegas hantar korban. Setibanya di ruang rawat inap petugas medis atas nama Kristin Carvalo menegur keluarga yang menghantar korban.

Ada pun teguran itu,” Di dalam ruangan ini cukup tiga orang saja yang jaga korban.Yang lain keluar!”
Tetapi nada suara teguran, sesuai pengakuan Sales Medi,  tidak bersahabat. Kurang sopan. Tidak menunjukan kualitas sebagai pelayan masyarakat.

Karena itu, Salesius Medi- yang turut hantar korban ke ruang rawat inap mendekati Ibu Kristin Carvalo.

Kepada Kristin Carvalo, Sales Medi, menyampaikan bahwa  anggota keluarga akan segera tinggalkan ruang rawat inap setelah korban sudah aman di tempat tidur perawatan.

“Ibu.. keluarga akan tinggalkan ruangan rawat. Keluarga hanya ingin korban lebih cepat masuk ruang rawat dan pastikan sudah aman di tempat tidur,” demikian, Sales Medi beri alasan kepada Kristin Carvalo.

Namun apa yang disampaikan, Sales Medi,  ditanggapi  secara miris oleh Kristin Carvalo. “Apa?. Kalian tidak punya hak untuk atur kami. Kami yang punya tempat di sini. Kami tidak mau dengar siapa-siapa, dan tidak pernah pandang bulu,” tegas Kristin Carvalo, menimpali pernyataan Sales Medi.

Karena mendapat jawaban yang kurang etis itu, Sales Medi mengingatkan Kristian Carvalo. “Ibu tolong jaga tutur kata. Berikan pelayanan yang baik,” demikian permintaan Sales Medi, seraya tinggalkan ruang rawat inap dan menunggu di luar ruangan.

Sementara Kristin Carvalo masih terus mengomel. Bahkan mengungkapkan pernyataan, “baru satu hari jadi Dewan, Sombong!”

Kuasa Hukum Salesius Medi, Alexius Marianus Adu, S.H, yang  dihubungi   Foresmerdeka.com membenarkan laporan tersebut. Karena itu, selaku penasihat korban diharapan pihak kepolisian menangani kasus ini secara cepat, profesional dan proporsional.

“Saya berharap  Polri  bertindak cepat  terhadap kasus  penghinaan yang dialami klien kami,” pintanya.