Keluar dari Zona Nyaman demi Tanah Kelahiran NTT, Berkenalan dengan Frans Aba (Bagian 3) 

20230606 194136 1 jpg

SOROTNTT.Com-Pencapaian Frans Aba tidak berhenti hanya pada dunia organisasi. Ia juga sangat diperhitungkan secara akademis.

Frans mendapatkan kepercayaan untuk menjadi asisten dosen pada Fakultas Ekonomi Unwira Kupang pada 1998-2000.

Tak sampai di situ, di penghujung masa perkuliahannya (1999-2000), Frans ditunjuk Asean Foundation untuk melakukan studi investasi dan pengembangan usaha serta kebijakan publik di kawasan perbatasan bersama Ford Foundation.

BACA JUGA:  Kewenangan Penindakan Terhadap Beredarnya Rokok Yang Diduga Ilegal, Itu Kewenangan Bea Cukai

Pada saat yang bersamaan, Frans menjadi tokoh intelektual muda NTT yang bekerja bersama United Nation Development Program (UNDP) sebagai Tim Pemantau Independen Penanganan dan Penanggulangan Pengungsi Timor Leste (1999-2000).

Momen bekerja dengan UNDP memungkinkan Frans menjelajah seluruh wilayah NTT untuk melihat lebih dekat realitas sosial, politik, ekonomi, dan budaya di masing-masing wilayah. Salah satu jasanya yakni mengakomodir dan memfasilitasi rekonsiliasi adat di Desa Nggela-Ende.

BACA JUGA:  Run for Equality untuk Akses Air Bersih di Nusa Tenggara Timur

Usai tamat dan menyandang Sarjana Ekonomi dari Unwira Kupang, Frans mengundurkan diri dari kesibukan bersama UNDP.