Kunker Gubernur NTT di Matim bahas perbatasan

Gubernur NTT Tanggapi Masalah Perbatasan Ngada-Matim

Daerah Flores

BORONG, SorotNTT.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov), Nusa Tenggara Timur (NTT) mengadakan kunjungan kerja (kunker) di Kabupaten Manggarai Timur (Matim) pada Jumat (3/5/2019).

Dalam kunker yang berlangsung di aula Setda Manggarai Timur, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menanggapi masalah perbatasan antara dua kabupaten, yakni Ngada dan Manggarai Timur.

Ia meyakini masalah tapal batas antara Ngada dan Matim akan terselesaikan dengan baik jika semua tokoh terlibat.

“Pasti bereslah. Karena nanti kita duduk bersama dengan berbagai tokoh untuk sama-sama berdiskusi soal ini,” ucapnya.

Selain itu, Gubernur Viktor pun menanggapi terkait wisata halal di Labuan Bajo, Manggarai Barat. Saat ditanya awak media terkait wacana wisata halal di Labuan Bajo, Gubernur Viktor dengan tegas mengatakan menolak wacana tersebut.

“Mana ada wisata di NTT yang pakai halal. Kalau ada yang halal lalu yang haram yang mana,” kata Viktor.

Dalam pariwisata itu, jelas Viktor, tidak ada halal, ada segmen yang karena alasan kesehatan dan karena alasan keyakinan, sehingga mereka lebih baik berada pada komunitas tertentu, itu segmentasi.

“Dalam Pariwisata itu kluster yang kenalkan itu adalah kluster sosial. Terkait label halal di NTT kita tolak kok, halal itu bikin ribut nanti,” tegas Viktor.

Usai bertemu sejumlah awak media di Kantor Bupati Manggarai Timur, Gubernur Laiskodat didampingi Bupati Matim, Agas Andreas turun langsung melihat kerusakan Dermaga Borong sekaligus meminta Dinas Perhubungan Matim segera membuat proposal dan laporan guna disampaikan kepada Menteri Perhubungan RI di Jakarta.

“Nanti buat proposalnya,  saya akan langsung laporkan kepada Menteri Perhubungan RI karena saya akan ke Jakarta. Segera dibuat sehingga bisa ditangani,” ujarnya

“Dermaga ini perlu diperbaiki sehingga kapal bisa sandar. Kalau dilihat konstruksinya sekarang kapal belum bisa sandar karena bisa pecah. Sekarang desainnya sudah ada nanti perlu diperbaiki biar kapalnya bisa sandar,” kata Gubernur Laiskodat menambahkan.

Kadishub Matim, Dasar Isidorus pun langsung merespons permintaan Gubernur Laiskodat di lokasi Dermaga Borong.

Selain ke Dermaga Borong, Gubernur Laiskodat turut memantau Pulau Aset yang berada di Muara Wae Bobo.

Dimana, Pulau Aset tersebut ada padang pasir yang akan dijadikan pusat pariwisata kota dan kuliner.

“Desainnya dibuat lalu diberikan kepada saya biar kita beri ide dan masukkan,” kata Gubernur Laiskodat.

Permintaan itu direspons langsung oleh  Kadis PUPR Matim, Yos Marto yang ikut bersama rombongan Gubernur NTT.

Laporan: Lalong Ferdinandus