Rapat pleno terbuka KPU NTT

KPU Gelar Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Tingkat Provinsi NTT

DaerahTimor

Kupang, SorotNTT.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi hasil perhitungan perolehan suara pemilu tahun 2019 tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Rapat pleno dilaksanakan di Lantai 1 Sahid T-More Hotel, Jln Piet A Tallo Oesapa Selatan, Kupang, Selasa (07/05/2019).

Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Perolehan Suara Pemilu 2019 bagi Pilpres, DPD, DPR RI dan DPRD Provinsi. Untuk hari pertama rekapitulasi mencakup 6 kabupaten, yaitu Manggarai Timur, Sumba Barat, Sumba Timur, Sabu Raijua, Rote Ndao dan Belu. Rapat Pleno ini akan berlangsung hingga Jumat 10/5/2019 untuk menuntaskan penghitungan di 22 kabupaten/kota.

Wakil Gubernur NTT, Josef A Nae Soi saat membuka kegiatan pleno rekapitulasi menyampaikan, “Pemilu serentak 2019 yang menggabungkan pileg dan pilpres merupakan  sebuah pengalaman yang bersejarah yang telah kita lalui bersama. Rekapitulasi hasil perhitungan perolehan suara hari ini menandai bahwa berjalan lancar sesuai tahapan yang telah ditetapkan. Hasil pemilu sebentar lagi akan kita ketahui  dan itulah hasil yang harus kita terima karena sudah menjadi pilihan rakyat.”

“Masa kampanye yang panjang telah membuat masyarakat terbagi-bagi berdasarkan pilihan mereka yang berharga, namun dengan berakhirnya pesta demokrasi ini maka kita harus akhir juga pembagian-pambagian itu, baik yang menang dan kalah kita tetap satu,tetap kita NTT, tetap kita Flobamora,” jelas Wagub NTT.

Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada KPU dan Bawaslu serta semua komponen negara dan masyarakat dengan dedikasi kesungguhan telah memberi kontribusi positif demi suksesnya pemilu 2019 yang aman, tertib, lancar dan sukses.

Ketua KPU NTT Thomas Dohu menyampaikan bahwa pelaksanaan rekapitulasi tingkat provinsi ini bukan merupakan akhir dari tahapan karena akan dilanjutkan rekapitulasi di tingkat nasional. Penetapan selanjutnya dilakukan hasil rekapitulasi perolehan suara tingkat nasional dan penetapan yang dimaksud menjadi dasar bagi peserta pemilu untuk menyampaikan gugatan kalau memang rasa keberatan terhadap proses yang diselenggarakan oleh penyelenggara pemilu.

“Tahapan pemilu ini memang belum selesai namun kami percaya proses yang akan kita laksanakan mulai hari ini di tingkap KPU provinsi serta terapan lainnya dan akan tetap berjalan lancar, aman dan sukses karena kami percaya demokrasi yang kita bangun, kita semua mendasarinya dalam fondasi kekeluargaan, persatuan dan kesatuan yang saling menghargai dan menghormati serta menyelesaikan semua perbedaan dalam musyawarah terbuka,” jelas Thomas.

Thomas juga menyampaikan apresiasi yang tulus kepada semua pihak, terutama kepada Pemerintah Provinsi NTT, Kabupaten/Kota, kecamatan, Kelurahan/Desa sampai RT/RW atas terselenggaranya Pemilu 2019.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak keamanan khusus kepada Kapolda NTT, kapolres se-wilayah NTT, kapolsek karena mereka selalu berada bersama kami dimanapun kotak suara kami berada mereka selalu ada di sana,” ungkap Thomas.

Ia juga apresiasi atas kinerja semua unsur KPU dari tingkat bawah hingga provinsi NTT yang sudah melaksanakan penghitungan yang berlangsung selama dua pekan sesuai jadwal KPU Provinsi NTT. Namun, ada beberapa Kecamatan yang menambah waktu penghitungan sampai tanggal 7 Mei 2019.

“Masih ada beberapa kabupaten dan kota yang melaksanakan pleno di tingkat kecamatan sampai tanggal 7 Mei hari ini. Kita akan bacakan semua dalam rapat pleno terbuka selama tiga hari ini,” ujar Thomas.

Hadir pada acara pleno ini, Ketua DPRD NTT, H. Anwar Pua Geno, Wakapolda NTT, Brigjen. Pol. Johny Asadoma, Ketua Bawaslu NTT, Thomas M. Djawa dan komisioner Bawaslu NTT. Hadir pula para saksi parpol dan saksi calon anggota DPD RI.