Pihak PT. Wae Kuli Optimis Memberi Kepuasan Kepada Masyarakat Dengan Kerja Berkualitas

Daerah

Labuan Bajo, Sorotntt.com,- Kerinduan Masyarakat selama bertahun-tahun untuk perbaikan jalan yang kondisinya rusak parah akhirnya sudah terjawab oleh Pemerintah.

Bagaimana tidak, Pembangunan Infrastrukrur jalan di NTT menjadi salah satu sektor prioritas dalam program pembangunan di masa kepemimpinan Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi selama lima tahun ke depan.

Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Timur Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tengah kebut pembangunan infrastruktur jalan Propinsi khususnya di Wilayah Dapil 2 Kabupaten Manggarai Barat.

Hal ini terpantau oleh media sorotntt.com pada Jumad, (29/10/2021) pagi tepatnya di ruas jalan Pacar – Rego, jalur yang menghubungkan antar dua kecamatan yaitu kecamatan Pacar dan Kecamatan Macang Pacar.

Seperti halnya pengerjaan Proyek Peningkatan Jalan dengan paket kegiatan Peningkatan Jalan Kondo- Sp Noa-Hita (DAK Penugasan) segment II mulai dari Manong- Leko Kecamatan Pacar Kabupaten Manggarai Barat sepanjang 4 km, pengerjaan hotmixnya sudah mulai dikerjakan pada Jumat (29/10/2021) pagi.

BACA JUGA:  Kolaborasi Pemerintah, Gereja Dan Seluruh Lapisan Masyarakat Mampu Menuntaskan Kemiskinan

Diketahui proyek jalan Propinsi di ruas jalan tersebut bersumber dari dana APBD 1 Propinsi NTT T.A 2021 yang jaraknya 4 km dengan dana sebesar Rp. 9.949.233.000,00 jangka waktu pelaksanaan 95 hari kalender yang dikerjakan oleh PT. Wae Kuli Sarana Mega

Pantauan media ini pada Jumad, (29/10/2021) sekitar pukul 09.15 WITA pengerjaan hotmix sudah mulai dikerjakan.

Staf Teknik PT. Wae Kuli, Dionisius Sutias Pratomo kepada media ini mengatakan bahwa pihaknya optimis memberi kepuasan masyarakat melalui kerja yang berkualitas.

Ia menjelaskan bahwa paket yang dikerjakan itu sepanjang 4 km dan yang akan dikerjakan nanti 4.101 meter, dimana yang 101 meter itu pengerjaanya tidak di bayar.

“Jadi 101 meter itu pengerjaan yang aspalnya tidak dibayar, karena sesuai dengan kontraknya hanya 4 km. Namun supaya nyambung dengan paket yang ada didepannya maka pihaknya perlu tambah itu 101 meter”. Jelas Dion

BACA JUGA:  Sportivitas Olahraga Harus Jadi Pemicu Kerja Sama Antar Daerah

Lebih lanjut ia menambahkan bahwa waktu pelaksanaanya hanya 95 hari kerja dan diakuinya waktu itu sangat mepet karena waktu terakhir sesuai tanggal kontraknya itu sampai dengan tanggal 9 Desember 2021.

Saat ini kata Dion bahwa yang dikejar itu pengerjaanya adalah agregat A yang untuk sementara sudah di posisi 2500 meter, sedangkan untuk agregat B sudah di posisi 2600 meter dan aspal yang sementara berjalan sudah di posisi 1100 meter. Ungkapnya

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa dengan target waktu yang ada yang harus segera diselesaikan itu adalah pengerjaan agregat A dan Agregrat B supaya diselesaikan sampai pada titik akhir.

Adapun kendala yang dialami
Kesulitan kita mengerjakan Agregrat beberapa hari terakhir ya karena kondisi cuaca hujan yang menyebabkan kepadatan yang kita inginkan tidak tercapai. Tutur Dion

Diakuinya bahwa memang medan disini juga menyulitkan kita, kaitannya dengan beberapa titik ruas jalan yang didepan pekerjaan kita itu banyak berlumpur, sementara agregrat kita harusnya komposisi lumpur itu tertentu, tidak boleh sebesar itu, nah dengan kondisi yang ada akibat roda yang melintas dari luar membuat pihaknya mengalami kesulitan. Tutupnya

BACA JUGA:  PJR-BLT Meramu Fakta Perubahan Sabu Raijua

Pedi