Plt. Kadis DP2KBP3A Matim Desak Kepolisian, Usut Kasus Pembuangan Bayi di Lamba Leda

Daerah Flores

Borong, SorotNTT.com – Plt. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Manggarai Timur, Dra. Yustina Ngidu, mendesak Kepolisian Resor Manggarai untuk segera menindak lanjuti terkait peristiwa pembuangan bayi yang terjadi empat bulan yang lalu, tepatnya pada 28 April 2019, di kampung laci, Desa Compang Mekar, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.

Kepada wartawan, Yustina menegaskan kepada pihak Kepolisian untuk segera melakukan penanahan terhadap pelaku. Ia pun menyayangkan atas kejadian yang keji itu. Karena itu, ia mendesak Kepolisian segera memberikan hukuman terhadap pelaku.

“Harus ditindak lanjuti ini, supaya ada efek jera terhadap pelaku. Sebab kalau tidak memberikan hukuman, maka tindakan kekerasan terhadap anak akan meningkat,” tandas Yustina kepada SorotNTT. com, Jumat (09/08/2019).

Yustina,demikian ia disapa, menduga bahwa bayi yang dibuang oleh pelaku berdasarkan kemauan agar menghindar dari tanggung jawabnya. “Bisa saja seperti itu, sebab apabila seorang ibu yang menginginkan kehamilan tidak mungkin membuang bayinya,” tuturnya.

Dikatakan,Persoalan ini tentu sangat memprihatinkan, karena sampai saat ini belum ditetapkan adanya tersangka. Sementara, jelas dia, ketentuan pasal 77 A Undang No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, secara tegas dan jelas disebutkan bahwa tindakan ini adalah kejahatan. “Dalam UU itu sudah jelas bahwa,  itu adalah tindakan kejahatan,” papar dia.

Karena itu, ia meminta kepada pihak Kepolisian untuk segera mengusut tuntas pelaku dan memberikan hukuman yang seberat-beratnya. Selain itu,  ia juga meminta kepolisian untuk menyelidiki pasangan dari pelaku itu.”Karena telah membunuh darah dagingnya sendiri, dan disamping itu pasangannya juga harus dicari biar mereka sama-sama menikmati kehidupan di balik jeruji besi,” tutup Yustina.

Terpantau, hingga saat ini tindakan penahanan terhadap pelaku belum dilakukan oleh pihak Kepolisian. Dan hingga saat ini yang diduga sebagai pelaku masih melakukan aktivitas seperti biasa. Padahal yang diduga sebagai pelaku  tersebut, telah melakukan perbuatan keji itu sudah empat bulan yang lalu.

Laporan : Dodi Hendra