Wakil Ketua DPRD Matim Lakukan Reses di Desa Pocong, Kecamatan Poco Ranaka

Daerah

Ruteng, SorotNTT.Com-Wakil Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Timur, Damu Damianus, S.Sos.MM, Melakukan Reses Masa Sidang 1 di Desa Pocong, Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur, NTT.

Kegiatan reses itu diselenggarakan di aula kantor desa Pocong, dan dihadiri oleh masyarakat dari tiga dusun pada desa tersebut.

Ada beberapa poin penting yang disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD sekaligus Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Manggarai timur tersebut diantaranya:

1. Terkait pemekaran tiga buah kecamatan di kabupaten Manggarai Timur yakni pemekaran Kecamatan Kota Komba menjadi Kota komba Utara, Kecamatan Sambi Rampas menjadi kecamatan Congkar, dan pemekaran Kecamatan Lamba Leda menjadi Kecamatan Lamba Leda Utara. Yang saat ini sudah disetujui Kemendagri dan tinggal menunggu nomor kode wilayahnya pada awal Januari thn 2021.

2. Selain informasi pemekaran Kecamatan juga terkait perubahan nama dua Kecamatan yakni Kecamatan Poco Ranaka berubah nama menjadi Kecamatan Lamba Leda Selatan dan kecamatan Poco Ranaka Timur berubah nama menjadi Lamba Leda Timur. Yang kira perjuangkan sekarang  untuk Kecamatan Lamba Leda Baratnya. Harus sudah mulai diwacanakan supaya mulai juga dipikirkan lokasi calon ibukota Kecamatannya.

3. Informasi soal Rasionalisasi Tenaga Harian Lepas(THL) sebanyak 333 orang dalam lingkup Setda Kabupaten Manggarai Timur sebagai hasil evaluasi terhadap beban kerja yakni adanya kelebihan tenaga kerja sehingga harus dikurangi atau dirasionalisasi sebesar 20% pada setiap instansi yang rencananya dimulai pada tahun depan 2021.

4. Lalu terkait APBD baik APBD tahun 2020 maupun APBD tahun 2021 dijelaskan kepada masyarakat bahwa pada APBD 2020 sebagian besar program infrastruktur dipending oleh karena dialihkan utk kosentrasi ke penanggulangan wabah Covid-19. Namun semuanya berstatus KDP (Konstruksi Dalam Pekerjaan) yang artinya akan menjadi prioritas untuk dilaksanakan pada tahun anggaran 2021. Semisal pekerjaan peningkatan jalan jalur Watucie-Deno. Sesungguhnya dikerjakan tahun 2020 dengan konstruksi aspal hotmix namun batal dilaksanakan sehingga akan menjadi prioritas untuk dikerjalan tahun 2021. Demikian juga  untuk lokasi lainnya seperti itu.

Hadir dalam reses tersebut adalah utusan dari berbagai kalangan oleh karena tetap mengikuti protab kesehatan, yakni unsur pemerintahan desa mulai dari kepala desa bersama staf, semua ketua RT dan RW dari 3 dusun, para guru, kader posyandu, tokoh agama yakni pastor paroki dan pengurus paroki, OMK, tua teno tua golo, tokoh pemuda, dan ibu-ibu PKK.