Dojo se-Flores berlaga di GOR Manggarai

Kejurdo Shorinji Kempo Se-Daratan Flores Kembali Digelar

Daerah Flores

Ruteng, SorotNTT.com – Kejurdo Shorinji Kempo se-daratan Flores kembali digelar di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Flores, NTT. Kejuaraan ini akan memperebutkan piala bergilir Bupati Cup II tahun 2019, tepatnya di gedung GOR Manggarai, Jumat (08/04/2019). Dalam agenda yang sudah dibuat, turnamen ini berlangsung dari tanggal 08 Maret 2019 sampai 13 Maret 2019, yang dihadiri oleh 21 Dojo se-daratan Flores.

Dojo-dojo yang ikut ambil bagian dalam kejurdo kali ini adalah Dojo GOR Kabupaten Manggarai, Dojo Kantor Bupati Manggarai, Dojo SMPK St. Fransiskus Xaverius Ruteng, Dojo SMK Alam Lestari, Dojo SMK Sadar Wisata Ruteng, Dojo SMK Ketang, Dojo SDI Bea Kakor Manggarai, Dojo SMAN 1 Cibal, Dojo SMAN 5 Poco Ranaka, Dojo SMAN 10 Borong, Dojo SMPN 1 Borong, Dojo SMAK Borong, Dojo Wae Tua Lamba Leda, Dojo Weleng Lamba Leda, Dojo Kantor Bupati Mabar, Dojo SMPN 3 Pacar Noa Mabar, Dojo SDI 1 Lewoleba Lembata, Dojo Kantor Daerah Ngada, dan Dojo SMAK Regina Pacis Ngada.

Ke-21 Dojo tersebut akan dipilah sesuai tugas dan fungsinya masing-masing, yakni 546 orang sebagai peserta yang ikut dalam turnamen dan 42 sebagai ofisial pertandingan.

Kejurdo Shorinji Kempo se-daratan Flores dibuka dengan sambutan Ketua Pelaksana Kejurdo, Yeni Veronika, dan dilanjutkan dengan sambutan Bupati Manggarai Deno Kamelus. Dalam sambutannya, Yeni Veronika menyampaikan pesan kepada wasit, agar memiliki sikap profesional pada saat memimpin pertandingan.

“Jadilah wasit yang objektif, yang netral, yang tidak berpihak pada Dojonya. Saya berharap wasit profesional,” kata Yeni.

Hal itu dipertegas kembali oleh Deno Kamelus, agar seluruh peserta bisa menerima hasil secara lapang dada, serta mampu menjadikan kegagalan sebagai bahan refleksi di kemudian hari.

“Seluruh penyelenggaraan kegiatan berjalan dengan baik, tidak menghasilkan para juara, tapi menghasilkan mental juara. Manusia yang bermental juara, yaitu manusia yang menikmati setiap proses dengan rasa percaya diri tinggi, menerima setiap hasil secara lapang dada, dan menjadikan kegagalan sebagai titik refleksi,” pungkas Deno. (MIKI)