Senja di Antara Tiga Desa

Img 20220312 wa0023 jpg
Img 20220312 wa0023
Senja di antara tiga desa 181

Catatan Seorang Guru Yang Mengabdi di Pelosok Manggarai Timur

Pagiku sudah pergi dan siangku telah pulang, Senja datang menghadang kesibukan kian bertambah.
Banyak anak yang cerdas dan cemerlang
terlahir dari tiga Desa tempat aku pernah berkarya.

Img 20220312 wa0022 edited
Setiap hari harus berjalan kaki menuju sekolah tempat Ia mengabdi/ Foto : Pius Pande

Tumit dan telapak sudah terbiasa melewati jalan “Menantang” Jemari kaki seperti menari-nari di atas kerikil dan pasir melewati medan penuh jurang tak dapat kuelak.

BACA JUGA:
Ritual Adat Untuk Perubahan Nama Kecamatan Poco ranaka dan Poco Ranaka Timur

Tak pernah kutangisi nasib meski keluh terus mengalir.Bukan karena salah siapa-siapa tetapi karena tugas Negara.
tidak terbesit karena keinginan sendiri namun ini adalah panggilan ibu Pertiwi.

SDI Golo Roke Nampar Tabang tempat pertamaku berkarya, lalu pindah ke SDK Weleng tinggal bersama Istri dan anak.

Usia yang senja tidak membuat aku tenang, SDI Golo Lando Desa Golo Munga Barat harus aku jamah,Sukacita yang kuharap. namun yang datang malang melintang, banjir di Kali Wae Pesi sering mengancam nyawa.

BACA JUGA:
Puisi Karya Efra Paskalina
Img 20220312 wa0021 edited
Perjuangan melawan arus deras saat menyebrang Kali Wae Pesi menuju SDI Golo Lando Tempat Ia mengabdi. Foto : Pius Pande

SDI Nempong Liang Deruk membuat aku semakin mengeluh, Sekolah KIAT menjadikan aku bertambah teriak.