Senja Di Antara Tiga Desa

Catatan Seorang Guru Yang Mengabdi di Pelosok Manggarai Timur

Pagiku sudah pergi dan siangku telah pulang, Senja datang menghadang kesibukan kian bertambah.
Banyak anak yang cerdas dan cemerlang
terlahir dari tiga Desa tempat aku pernah berkarya.

Setiap hari harus berjalan kaki menuju sekolah tempat Ia mengabdi/ Foto : Pius Pande

Tumit dan telapak sudah terbiasa melewati jalan “Nggernggatak” Jemari kaki seperti menari-nari di atas kerikil dan pasir melewati medan penuh jurang tak dapat kuelak.

Tak pernah kutangisi nasib meski keluh terus mengalir.Bukan karena salah siapa-siapa tetapi karena tugas Negara.
tidak terbesit karena keinginan sendiri namun ini adalah panggilan ibu Pertiwi.

BACA JUGA:  Senandung Flobamora Untuk NTT

SDI Golo Roke Nampar Tabang tempat pertamaku berkarya, lalu pindah ke SDK Weleng tinggal bersama Istri dan anak.

Usia yang senja tidak membuat aku tenang, SDI Golo Lando Desa Golo Munga Barat harus aku jamah,Sukacita yang kuharap. namun yang datang malang melintang, banjir di Kali Wae Pesi sering mengancam nyawa.

BACA JUGA:  Terkait Sosialisasi PT. Semen Singa Merah, Ini Tanggapan Masyarakat Kampung Luwuk
Perjuangan melawan arus deras saat menyebrang Kali Wae Pesi menuju SDI Golo Lando Tempat Ia mengabdi. Foto : Pius Pande

SDI Nempong Liang Deruk membuat aku semakin mengeluh, Sekolah KIAT menjadikan aku bertambah teriak.

Pagi masuk, siang harus pulang tepat waktu,purna bhakti setia menanti. semoga bhakti dan karya selalu di ingat.

Penulis : Pius Pande, S.Pd (Kepala Sekolah SDI Nempong, Desa Liang Deruk, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur)