Di Antara Pilar-Pilar Kegelapan Siang di Jalan Pulang

IMG 20230113 213545 jpg

Oleh: Gerald N. Bibang

Diam-diam mereka, yang menyebut diri orang-orang terang, merasa sangat sedih; sebab sebentar lagi memasuki fajar, menjelang pagi, dan perjumpaan dengan terang sudah berakhir di kandang hina; mereka pulang ke rumah masing-masing melalui jalan lain; dari sinilah kesedihan itu dimulai; antara mereka bertengkar tentang definisi apa itu terang; mereka berjalan di siang hari tapi merasa seperti di tengah kegelapan; jalan lain itu seperti kegelapan siang

BACA JUGA:  Uniknya Tradisi Menyambut Ramadan di Berbagai Wilayah di Nusantara

Begitulah nasib orang-orang terang itu! setelah mereka mengalami malam yang bergelimang benderang oleh hujan cahaya yang ulang-alik dari langit ke bumi dan dari bumi ke langit, lalu tinggal di antara mereka, mereka lupa mencari jalan lain yang pas ketika pulang ke rumah

Betapa memilukan! masing-masing mereka selalu menyembunyikan pengalaman terangnya; ada ketakutan; mereka sangat ingin menceritakan kepada orang-orang di sekitarnya, para tetangga dan siapapun yang mereka temui, di tempat pekerjaan, di kantor, pasar, jalanan dan di manapun tapi macet di perkataan; mereka kehilangan keberanian untuk berwarta tentang terang yang benderang itu